Ketika mayoritas pebalap dan kru Formula 1 memilih naik pesawat komersial yang nyaman menuju Singapura, pebalap tim Cadillac F1, Valtteri Bottas, justru memilih cara yang ekstrem. Pria asal Finlandia tersebut memutuskan untuk gowes sepeda dari Sirkuit Sepang, Malaysia, menuju Singapura demi menyambut seri balapan berikutnya.
Sirkuit Internasional Sepang baru saja menandai kembalinya F1 ke Malaysia sejak 2017—menggantikan GP Bahrain 2026 akibat situasi konflik di kawasan Timur Tengah. Kini, panggung adu cepat bergeser ke balapan malam penuh tantangan di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay, Singapura.
Bukannya bersantai di kabin pesawat, Bottas nekat menempuh jarak sekitar 350 kilometer mengayuh sepeda dari kawasan Bandara Internasional Kuala Lumpur hingga menembus perbatasan Singapura. Targetnya sederhana: tiba tepat waktu sebelum agenda wajib jumpa pers hari Kamis dimulai.
Pada hari pertamanya di atas sadel, pebalap berusia 37 tahun ini sudah melahap jarak 56,6 kilometer dari bandara menuju Port Dickson.
Bukan Sekadar Hobi, Tapi Terapi Mental dan Fisik
Bagi Bottas, bersepeda bukan sekadar pengisi waktu luang. Pria yang rutin mengikuti kompetisi sepeda gravel tingkat elit ini memang kerap menjadikan gowes jarak jauh sebagai sarana latihan fisik sekaligus ketenangan mental di tengah padatnya musim F1.
Aksi ekstrem ini juga menjadi momen penting bagi Bottas untuk “membersihkan pikiran”. Setelah menjalani musim 2025 sebagai pebalap cadangan, Bottas kembali ke grid utama pada musim 2026 membela tim anyar asal Amerika Serikat, Cadillac, berduet dengan Sergio Perez.
Sayangnya, pembalap yang pernah meraih podium ketiga di GP Singapura 2017 bersama Mercedes ini sedang melewati musim yang cukup berat:
-
Hasil terbaiknya sejauh musim ini hanya finis di posisi ke-13 pada GP China.
-
Belum mengoleksi satu poin pun dan tertahan di urutan ke-22 klasemen sementara.
-
Di GP Malaysia pekan ini, ia terpaksa gagal finis (DNF) akibat tergelincir usai mengambil risiko menggunakan ban kering (slick) di lintasan basah.
Perjalanan fisik yang menguras tenaga sejauh 350 km ini diharapkan mampu mereset fokus sang pebalap veteran sebelum menghadapi cuaca panas dan kelembapan ekstrem di jalanan Singapura akhir pekan nanti.