GORONTALO – Oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, WM menjadi sorotan publik setelah video pernyataannya yang kontroversial viral di media sosial. Dalam video berdurasi 35 detik tersebut, Wahyudin diduga dalam kondisi mabuk dan mengaku akan merampok uang negara saat dalam perjalanan menuju Makassar, Sulawesi Selatan.
“Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok saja uang negara ini, kita habiskan saja biar negara lagi miskin,” ujar Wahyudin dalam rekaman video yang tersebar luas di berbagai platform.
Tidak hanya itu, dalam video tersebut, politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyebut namanya dan jabatan politiknya secara terang-terangan, sambil menyebut masa jabatannya yang masih panjang.
“Membawa hugel langsung ke Makassar, siapa ji, Wahyudin Moridu, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Nanti 2031 mo barenti, masih lama,” katanya sambil tertawa, yang memperkuat dugaan bahwa ia sedang berada dalam pengaruh alkohol.
BK DPRD Gorontalo Selidiki Video Viral WM
Menanggapi viralnya video tersebut, Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo* langsung turun tangan. Ketua BK, Fikram Salilama, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan sedang mengumpulkan informasi awal.
“Terinformasi ke saya, dia dalam keadaan mabuk minum-minuman beralkohol saat membuat video itu,” ungkap Fikram kepada wartawan, Jumat (19/9/2025).
Meski demikian, Fikram menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dari dugaan tersebut. Ia menambahkan bahwa ucapan Wahyudin, terlepas dari kondisi mabuk atau tidak, tetap tidak bisa dibenarkan.
“Sebagai wakil rakyat, anggota DPRD seharusnya menjaga sikap dan tutur kata. Apa pun alasannya, pernyataan seperti itu sangat tidak pantas,” tegasnya.
BK DPRD berencana memanggil WM dalam waktu dekat guna memberikan klarifikasi resmi terkait ucapan yang telah mencoreng citra lembaga legislatif daerah.
WM Minta Maaf dan Siap Klarifikasi
Melalui akun media sosial Facebook yang diduga miliknya dengan nama Darwis Moridu, Wahyudin akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Gorontalo.
Ia mengaku tidak bermaksud membuat kegaduhan dan siap mempertanggungjawabkan ucapannya.“Hal ini tentunya membuat kegaduhan di masyarakat Gorontalo. Jujur dari hati yang paling dalam saya tidak bermaksud demikian. Atas kejadian ini saya mohon maaf beribu-ribu maaf kepada seluruh rakyat Gorontalo, bil khusus kepada semua pendukung dan keluarga saya,” tulisnya.
WM juga menyatakan kesiapannya untuk menghadap Badan Kehormatan DPRD dan DPD PDIP Gorontalo, guna menjelaskan konteks dari video tersebut secara langsung.
Bukan Kasus Pertama yang Libatkan Legislator Gorontalo
Kasus ini menambah daftar kontroversi yang menyeret nama anggota DPRD Gorontalo. Sebelumnya, publik juga pernah dikejutkan dengan kasus dugaan gratifikasi, judi sabung ayam, hingga penganiayaan yang melibatkan oknum legislator di daerah tersebut. Hal ini memicu keprihatinan masyarakat terkait rendahnya integritas sebagian wakil rakyat.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan oleh BK DPRD Gorontalo masih berlangsung. Publik menanti langkah tegas dari DPRD maupun PDIP sebagai partai pengusung terhadap WM, untuk menegakkan etika dan menjaga marwah lembaga perwakilan rakyat.