JAKARTA – Aktris sekaligus aktivis, Wanda Hamidah, membagikan kisahnya dalam perjuangannya untuk tetap bertahan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza bersama Global Sumud Flotilla. Meskipun banyak relawan internasional memilih kembali ke negara masing-masing, Wanda justru memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar.
“Hampir semuanya sudah kembali pulang ke negara masing-masing. Pertanyaannya, kenapa mereka kembali? Karena terus terang, kendala yang ada di sini berat banget, susah banget memang kita untuk bertahan,” ujar Wanda dalam unggahannya di Instagram yang dikutip pada Kamis (18/9/2025).
Wanda menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah kondisi kapal yang tidak semuanya siap untuk berlayar di Laut Mediterania, yang terkenal dengan cuaca buruk dan ombak ganas. Selain itu, banyak relawan yang jatuh sakit selama menunggu di Tunisia, tempat mereka berkumpul sebelum berangkat ke Gaza.
“Karena enggak mudah untuk mendapatkan kapal, hampir pasti pada sakit di sini. Kapal-kapal memang banyak dalam keadaan dan kondisi tidak siap. Karena perjalanan ke Gaza itu melalui Laut Mediterania yang cukup ganas,” tambahnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, Wanda mengaku tetap bertahan dan berlayar, meskipun dirinya sadar ada batasan waktu dan kemampuan yang dimilikinya.
“Aku agak keras kepala untuk bertahan di sini. Tapi maafkan aku keras kepala, karena aku juga punya limit,” kata Wanda dengan tegas.
Wanda menekankan bahwa meskipun menghadapi risiko besar, ia tidak ingin menunjukkan rasa khawatirnya. Sejak awal, ia sudah memahami tantangan yang akan dihadapi dalam perjalanan menuju Gaza. Bagi Wanda, tujuan utama Global Sumud Flotilla adalah untuk meningkatkan kesadaran dunia terhadap penderitaan rakyat Palestina.
“Aku enggak akan memperlihatkan kekhawatiran aku karena aku udah tahu ketika aku ke Gaza seperti apa yang akan kami hadapi. Jadi balik lagi, fokus Global Sumud Flotilla adalah raising awareness. Please use your platform to talk about Palestine,” tutup Wanda.
