BEKASI – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan makanan dan layanan kesehatan bagi pengungsi terdampak banjir. Ia mengingatkan bahwa bencana tersebut terjadi di bulan Ramadan, sehingga aspek logistik harus diperhatikan dengan optimal.
Saat meninjau lokasi pengungsian di Kantor Logistik dan Peralatan BNPB Kota Bekasi serta Perum Pondok Gede Permai (PGP), Jatirasa, Jatiasih, Bekasi, Rabu, Wapres menegaskan bahwa selain evakuasi, distribusi logistik, obat-obatan, dan pengoperasian dapur umum harus berjalan lancar.
“Bencana ini terjadi bertepatan dengan bulan Ramadan, di mana umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, kebutuhan makanan dan layanan kesehatan bagi pengungsi harus benar-benar diperhatikan,” kata Wapres Gibran.
Wapres Gibran juga turut menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait dalam menyalurkan bantuan serta memastikan tempat pengungsian aman dan layak huni.
Menurutnya, kendala di lapangan, seperti hambatan distribusi logistik dan akses sulit dijangkau, harus segera diatasi agar masyarakat tidak semakin terdampak.
Kepala BNPB Suharyanto yang mendampingi Wapres menjelaskan bahwa pihaknya telah mengaktifkan Posko Terpadu Penanggulangan Bencana serta melakukan pencarian, evakuasi, dan penyelamatan warga terdampak.
“Kami juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi dipenuhi secara maksimal, dan melakukan pendataan terhadap barang, rumah masyarakat, infrastruktur, dan lain-lain yang rusak akibat banjir,” kata Suharyanto.
Dalam kunjungannya, Wapres Gibran memastikan bahwa pemerintah terus bekerja sama untuk menangani bencana ini secara maksimal, mempercepat pemulihan, serta menjaga kesejahteraan warga terdampak.
Banjir di Perum PGP menjadi salah satu yang terparah dengan ketinggian air mencapai 3 meter. Selain perumahan, fasilitas umum seperti SD Jatirasa 5 juga terdampak.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/3), yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rapat itu, Presiden menginstruksikan agar aksi tanggap darurat fokus pada logistik dan lokasi penampungan serta memastikan koordinasi lintas instansi berjalan optimal.