JAKARTA – Cuaca ekstrem di Makkah kembali terjadi di tengah padatnya aktivitas pemindahan jemaah haji dari Madinah.
Rabu (14/5/2025), suhu di Kota Suci sudah menyentuh angka 39 derajat Celsius pada pagi hari dan diprediksi terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Menurut laporan terbaru dari The Weather Channel, kondisi cuaca di Makkah menunjukkan potensi lonjakan suhu hingga mencapai 45 derajat Celsius pada siang hari.
Ditambah kecepatan angin sebesar 19 km/jam dan tingkat kelembapan yang sangat rendah di angka 11 persen, situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki kondisi fisik terbatas.
Tak hanya di Makkah, Madinah pun mengalami pola cuaca serupa.
Pada pagi hari, suhu di kota tersebut berada di kisaran 34 derajat Celsius dan diperkirakan melonjak hingga 41 derajat.
Kecepatan angin di Madinah mencapai 23 km/jam, dengan tingkat kelembapan hanya 14 persen dan indeks sinar ultraviolet (UV Index) pada level 5 dari skala maksimum 11.
Kondisi langit yang cerah tanpa potensi hujan membuat paparan sinar matahari berlangsung terus menerus tanpa penghalang.
Kondisi ini meningkatkan risiko kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan, dan serangan panas (heatstroke), khususnya bagi kelompok rentan.
KJRI Jeddah Beri Tips Praktis
Karenanya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan selama proses ibadah berlangsung.
“Sahabat Jemaah Haji yang dirahmati Allah, Cuaca panas dan aktivitas yang padat selama haji dapat memengaruhi kondisi tubuh, seperti kelelahan, dehidrasi, bahkan heatstroke,” tulis KJRI Jeddah di akun Instagram.
KJRI Jeddah juga membagikan tips praktis bagi jemaah agar dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang dan aman:
- Beristirahatlah di tempat yang sejuk dan teduh
- Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air secara cukup
- Hindari paparan panas secara langsung
- Gunakan pelindung seperti payung dan pakaian yang menyerap keringat.
“Segera cari pertolongan medis jika mulai merasa sangat lelah, mual, pusing, atau jarang buang air kecil.”
“Kesehatan adalah amanah, agar ibadah kita tetap khusyuk dan selamat hingga kembali ke tanah air,” tutup KJRI.
Sementara itu, proses pemindahan jemaah dari Madinah ke Makkah masih terus berlanjut melalui titik miqat di Bir Ali.
Jemaah diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke Makkah guna melaksanakan umrah wajib sebagai bagian awal dari rangkaian ibadah haji.***
