JAKARTA – Pemerintah menyiapkan proyek besar berupa kawasan pusat olahraga terpadu (Sport City) seluas 500 hektare yang akan menjadi fondasi pembinaan atlet nasional jangka panjang.
Dalam momen pelepasan kontingen Indonesia menuju SEA Games 2025, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengenai strategi pembinaan atlet masa depan.
Presiden menegaskan keseriusan pembangunan fasilitas bertaraf internasional.
“Saya sudah merencanakan kita akan bangun pusat olahraga yang besar, saya minta sekitar minimal 500 hektare pusat itu.”
“Tidak ada pusat olahraga yang lima hektare, delapan hektare, tidak, nanti kita akan bangun state of the art,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan akan dimulai dari usia sangat muda, termasuk mendatangkan pelatih kelas dunia untuk memperkuat program latihan jangka panjang.
“Kita akan kirim anak-anak kita ke mana saja untuk belajar, kita akan datangkan pelatih terbaik. Kita akan bina dari usia dini, kita didik dari umur delapan tahun,” ujarnya.
Prabowo menilai bahwa pembinaan atlet tidak boleh hanya berorientasi pada SEA Games atau Asian Games, melainkan harus dirancang untuk prestasi jangka panjang hingga tingkat olimpiade.
“Kita juga berpikir lebih jauh, jangka panjang, saya percaya dengan pembinaan seperti ini, 300 juta pasti melahirkan banyak pendekar.”
“Melahirkan pahlawan muda yang akan mengangkat nama, angkat nama harum Indonesia,” tutur Kepala Negara Optimistis.
Menteri Erick Thohir menegaskan bahwa pihaknya akan menyesuaikan program pelatnas lebih panjang dengan target ajang besar seperti Olimpiade dan Asian Games.
Ia menjelaskan rencana tersebut sambil menyampaikan, “Kita akan lakukan sesuai arahan bapak, pelatnas itu bisa 1 tahun. Kemudian 2 tahun pak untuk olimpiade tahun 2028 di Los Angeles,” kata Erick.
Erick juga menekankan bahwa program jangka panjang ini akan mendukung target Presiden agar 21 cabang olahraga menjadi sumber utama medali Indonesia.
“Ke depan kita akan lebih jangka panjang lebih seperti arahan bapak presiden,” ujarnya.***