JAKARTA – Yamaha terpaksa menghentikan aktivitas tes MotoGP di Sepang setelah motor M1 bermesin V4 mengalami masalah teknis pada hari kedua uji coba. Insiden kecelakaan Fabio Quartararo sehari sebelumny, yang menyebabkan patah jari tengah tangan kanan, semakin menyoroti persoalan serius pada motor anyar pabrikan Iwata tersebut.
Motor V4 baru tiba-tiba berhenti beroperasi pada Rabu sore, dan tim teknis tidak berhasil menemukan penyebabnya. Penyelidikan pun dialihkan ke pabrik di Jepang dan markas besar Yamaha di Gerno di Lesmo, Italia. Akibatnya, seluruh pembalap termasuk Alex Rins, Toprak Razgatlioglu, Jack Miller, serta test rider Andrea Dovizioso dan Augusto Fernandez tidak bisa turun ke lintasan, menunda pengembangan motor yang dirancang dari nol untuk musim ini.
“Pada dasarnya, setelah motor Fabio berhenti di lintasan kemarin, kami memeriksa bahwa ada masalah dan tidak menemukan solusi yang jelas. Kami memiliki ide, tetapi dengan mempertimbangkan keselamatan pembalap, akhirnya kami memutuskan untuk tidak kembali ke lintasan,” jelas Direktur Teknis Yamaha, Max Bartolini, di Sepang, dilansir dari Motorsport, Kamis (5/2/2026). Ia menambahkan, tim berharap dapat segera menemukan solusi agar tes bisa dilanjutkan.
Situasi ini membuat Yamaha harus menyiapkan rencana cadangan. Bartolini memastikan opsi tersebut ada, yakni kembali menggunakan motor tahun lalu dengan mesin 4 silinder segaris hingga akar masalah V4 ditemukan. Keputusan ini dimungkinkan karena Yamaha satu-satunya tim yang berada di peringkat D dalam konsesi MotoGP, sehingga memiliki keleluasaan lebih dalam pengujian.
Dengan hanya 23 hari tersisa sebelum FP1 MotoGP Thailand dimulai, Yamaha menghadapi tantangan besar dari sisi citra maupun pengembangan. Apalagi regulasi teknis MotoGP akan berubah total pada 2027, termasuk pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli. Kondisi ini membuat Yamaha harus bekerja dengan tiga motor berbeda dalam waktu singkat, sekaligus menjelaskan alasan kuat di balik kepindahan Fabio Quartararo ke Honda.
