JAKARTA – Peringkat negara dengan rata-rata Intelligence Quotient (IQ) tertinggi di dunia tahun 2025 dirilis berdasarkan data World Population Review. Peringkat ini menarik perhatian global karena mencerminkan kemampuan kognitif rata-rata masyarakat di berbagai negara yang sering dikaitkan dengan kualitas pendidikan dan budaya belajar.
Adapun daftar 10 negara dengan rata-rata IQ tertinggi di dunia disusun berdasarkan skor rata-rata nasional dan dirinci sebagai berikut:
1. China
China menempati peringkat pertama dengan skor rata-rata IQ sebesar 107,19. Negara ini dikenal memiliki sistem pendidikan yang sangat kompetitif serta budaya belajar yang kuat sejak usia dini.
2. Korea Selatan
Korea Selatan berada di peringkat kedua dengan skor 106,43. Tekanan akademik yang tinggi dan fokus pada prestasi pendidikan menjadi salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan capaian tersebut.
3. Jepang
Jepang menduduki peringkat ketiga dengan skor rata-rata IQ 106,40. Disiplin, konsistensi dalam pendidikan, serta penguasaan sains dan teknologi menjadi ciri utama sistem pendidikan di negara ini.
4.Iran
Jepang berada di posisi keempat dengan skor 106,30. Negara ini memiliki tradisi pendidikan yang kuat, khususnya dalam bidang sains dan matematika.
5. Singapura
Singapura menempati peringkat kelima dengan skor 105,14. Negara kota ini dikenal memiliki sistem pendidikan berstandar internasional dan kebijakan pendidikan yang sangat terukur.
6. Rusia
Rusia berada di peringkat keenam dengan skor 103,16, didukung oleh tradisi panjang dalam pendidikan sains, teknologi, dan riset akademik.
7. Mongolia
Mongolia menempati posisi ketujuh dengan skor 102,86, menunjukkan performa kognitif yang relatif tinggi dibandingkan banyak negara lain.
8. Armenia
Armenia berada di peringkat kedelapan dengan skor 102,58, didukung oleh perhatian terhadap pendidikan dasar dan matematika.
9. Australia
Australia menempati posisi kesembilan dengan skor 102,57, dengan sistem pendidikan yang menekankan keseimbangan akademik dan keterampilan praktis.
10. Spanyol
Spanyol melengkapi daftar 10 besar dengan skor 102,30.
Capaian peringkat IQ suatu negara tidak dapat dilepaskan dari peran banyak pihak dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Lingkungan keluarga, institusi pendidikan, komunitas sosial, hingga dunia usaha memiliki kontribusi penting dalam menumbuhkan budaya belajar, berpikir kritis, dan pengembangan potensi individu sejak usia dini. Akses terhadap bacaan, ruang diskusi, serta kebiasaan belajar yang berkelanjutan dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan kognitif masyarakat secara kolektif.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas intelektual bangsa dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya satu pihak tertentu. Masyarakat diharapkan dapat terus membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman. Dengan kolaborasi antara keluarga, sekolah, komunitas, dan berbagai elemen sosial lainnya, kualitas sumber daya manusia Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan bersaing di tingkat global pada masa mendatang.