JAKARTA – Ballon d’Or 2025 akan diumumkan pada September mendatang, dan kompetisi menuju penghargaan tertinggi bagi pesepak bola dunia ini kini memasuki babak baru.
Dengan tidak adanya turnamen internasional besar di musim panas ini dan kepergian Lionel Messi serta Cristiano Ronaldo dari panggung Eropa, penilaian kali ini lebih fokus pada kontribusi di level klub selama musim 2024–2025.
Setelah lebih dari satu dekade didominasi dua legenda besar, penghargaan ini kini membuka ruang bagi generasi baru.
Tidak ada lagi magnet seperti Messi dan Ronaldo—yang terakhir kali memenangi Ballon d’Or pada 2023—membuat kompetisi kali ini benar-benar terbuka.
Sports Illustrated merangkum 15 kandidat terkuat yang berpotensi membawa pulang trofi Ballon d’Or 2025.
Berikut urutan terbaru berdasarkan performa, kontribusi trofi, dan peran mereka di klub masing-masing:
15. Michael Olise
Didatangkan dari Crystal Palace, banyak yang ragu Olise mampu tampil di level atas bersama Bayern Munich.
Tapi winger Prancis ini membungkam kritik lewat 27 kontribusi gol dan peran kunci membawa Die Roten menjuarai Bundesliga.
14. Cole Palmer
Meski performanya fluktuatif di musim keduanya bersama Chelsea, Palmer tampil gemilang di ajang besar.
Ia menjadi man of the match saat Chelsea menjuarai Conference League dan mencetak brace di final Piala Dunia Antarklub.
13. Gianluigi Donnarumma
PSG lolos ke final Liga Champions sebagian besar berkat refleks luar biasa Donnarumma.
Meski sempat diragukan, kipernya bangkit dan kembali menunjukkan mengapa ia disebut salah satu penjaga gawang terbaik dunia.
12. Pedri
Musim paling sehat dalam karier Pedri berbuah penampilan konsisten.
Ia menjadi pengatur ritme permainan dalam skema Hansi Flick dan membawa Barcelona meraih tiga gelar domestik.
11. Khvicha Kvaratskhelia
Sejak direkrut PSG di jendela musim dingin, winger asal Georgia ini langsung mencolok.
Kreativitas dan determinasinya menjadi kunci kebangkitan PSG hingga menjuarai Liga Champions 2025.
10. Nuno Mendes
Performa impresifnya sebagai bek kiri terbukti krusial di berbagai laga besar, termasuk mematikan pergerakan Lamine Yamal di final UEFA Nations League.
Mendes menjadi pilar pertahanan PSG di panggung Eropa.
9. Désiré Doué
Remaja emas PSG ini tak hanya tampil reguler, tetapi juga bersinar di final Liga Champions dan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia Antarklub.
Kariernya menanjak pesat sejak dibeli dari Rennes.
8. Harry Kane
Akhirnya mengangkat trofi! Setelah musim penuh tekanan, Kane mencetak 41 gol dan memberi Bayern gelar Bundesliga.
Ia juga tetap produktif dengan 14 assist di semua ajang.
7. Kylian Mbappé
Meskipun menjadi top skor La Liga, musim Real Madrid secara keseluruhan dianggap mengecewakan.
Kiprah Mbappé belum cukup impresif untuk meraih Ballon d’Or tahun ini.
6. Achraf Hakimi
Pemain Maroko ini tak hanya solid sebagai bek kanan, tetapi juga sering mencetak gol dari lini tengah dalam skema PSG.
Ia menjadi salah satu motor serangan Enrique dari sisi sayap.
5. Mohamed Salah
Dominasi di Premier League dan kontribusi 38 gol membuat Salah tak tergantikan di Liverpool.
Namun, menurunnya performa di akhir musim membuat momentumnya memudar menjelang penilaian akhir.
4. Raphinha
Transformasi besar dialami Raphinha berkat tangan dingin Hansi Flick.
Beralih ke peran lebih sentral, ia membukukan 34 gol dan 25 assist, membawa Barcelona kembali disegani di kancah Eropa.
3. Vitinha
Konduktor lini tengah PSG ini menjadi pusat permainan ala Enrique. Visinya yang luar biasa dan mobilitas tinggi membuatnya tampil konsisten sepanjang musim.
2. Lamine Yamal
Masih berusia remaja, namun sudah dianggap sebagai pemain terbaik Barcelona.
Daya magis dan kontrol bola yang luar biasa membuat Yamal dijuluki “Pele Muda” oleh sebagian pengamat.
1. Ousmané Dembélé
Dembélé tampil luar biasa sebagai false nine PSG. Dengan 35 gol musim ini dan performa brilian di Liga Champions serta Piala Dunia Antarklub, ia jadi kandidat terkuat untuk meraih Ballon d’Or pertamanya.
Pada Piala Dunia Antarklub 2025 yang baru berakhir pekan lalu, Dembele bersama PSG harus puas menjadi runner up setelah di partai puncak kalah 0-3 dari Chelsea.
Tanpa Messi-Ronaldo
Musim 2024–25 menandai era baru Ballon d’Or tanpa nama Messi dan Ronaldo di puncak.
Persaingan semakin terbuka, dan nama-nama seperti Dembélé, Yamal, hingga Raphinha siap menorehkan sejarah baru.
Dengan pengaruh besar di klub-klub elit Eropa dan performa impresif di turnamen global, siapa yang paling layak dinobatkan? Semua mata tertuju pada Paris.***