JAKARTA – Sebagai penghargaan atas pengabdian dan pengorbanan tertinggi bagi negara, TNI Angkatan Laut (TNI AL) menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada 23 prajurit Korps Marinir yang gugur dalam musibah tanah longsor. Kejadian tragis ini menimpa mereka saat melaksanakan Latihan Pratugas Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Papua Nugini di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026).
Upacara penganugerahan KPLB dipimpin langsung oleh Panglima Komando Marinir (Pangkormar) Letjen TNI Mar Endi Supardi di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). Setiap prajurit yang gugur dinaikkan satu tingkat pangkat lebih tinggi dari jabatan terakhir yang diemban semasa hidup sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi, loyalitas, dan keberanian mereka dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Jalesveva Jayamahe — semboyan Korps Marinir yang berarti “Di Laut Kita Jaya” — semakin bermakna dalam duka mendalam ini.
Hingga Jumat (30/1/2026), tim SAR gabungan bersama ratusan personel TNI AL telah berhasil mengevakuasi tujuh jenazah prajurit Korps Marinir. Pencarian terhadap 16 prajurit lainnya masih berlangsung secara intensif meski terkendala medan berat dan cuaca ekstrem.
Identitas tujuh prajurit yang telah dievakuasi adalah:
- Serda Marinir Sidiq Hariyanto
- Praka Marinir Muhammad Kori
- Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita
- Praka Marinir Ari Kurniawan
- Pratu Marinir Febry Bramantio
- Serda Marinir Rein Pasaike
- Koptu Marinir Edi Haryono
TNI AL menegaskan komitmen penuh dalam memenuhi hak-hak keluarga korban, termasuk santunan, jaminan pendidikan hingga jenjang sarjana bagi anak-anak mereka, serta pendampingan psikososial berkelanjutan.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya 23 prajurit terbaik Korps Marinir. “Dedikasi dan loyalitas para patriot ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengabdian mereka akan selalu terukir dalam sejarah TNI Angkatan Laut,” ujar Kasal.
Musibah longsor di Cisarua ini menjadi pengingat betapa beratnya risiko yang dihadapi prajurit TNI dalam setiap tugas pengabdian. Pengorbanan para pahlawan ini akan terus dikenang sebagai teladan keberanian dan pengabdian tanpa pamrih bagi bangsa dan negara.