JAKARTA – 30 September tercatat sebagai salah satu tanggal yang menyimpan sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan Indonesia. Pada tanggal ini, sejarah mencatat tragedi Gerakan 30 September (G30S) 1965, gempa bumi dahsyat yang mengguncang Sumatera Barat pada 2009, hingga kelahiran musisi Glenn Fredly.
Tragedi G30S menjadi salah satu peristiwa politik paling dikenang dalam sejarah Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada 1965 dan melibatkan penculikan serta pembunuhan enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat.
Gerakan tersebut disebut dipimpin Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) saat itu, D.N. Aidit. Aksi tersebut ditengarai bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno.
Peristiwa itu kemudian memicu gelombang desakan dari masyarakat agar pemerintah mengambil tindakan terhadap PKI. Presiden Soekarno juga didesak membubarkan PKI serta menginstruksikan Mayor Jenderal Soeharto untuk membersihkan berbagai instansi pemerintahan dari pengaruh unsur-unsur gerakan tersebut.
Tidak hanya menyimpan catatan kelam dalam sejarah politik, 30 September juga menjadi tanggal terjadinya bencana besar.
Pada 30 September 2009, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang kawasan perairan Sumatera Barat. Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan luas di sejumlah wilayah terdampak.
Sebanyak 1.117 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sementara itu, 2.902 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kerusakan juga terjadi pada puluhan ribu rumah. Data mencatat 135.448 rumah mengalami rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, sedangkan 78.604 rumah lainnya mengalami rusak ringan.
Di tengah catatan sejarah dan bencana tersebut, 30 September juga menjadi hari kelahiran salah satu musisi Indonesia, Glenn Fredly Deviano Latuihamallo.
Glenn lahir di Jakarta pada 30 September 1975. Ia kemudian dikenal luas di industri musik Tanah Air sebagai penyanyi, penulis lagu, produser, sekaligus aktor.
Perjalanan Glenn di dunia musik dimulai setelah menyelesaikan pendidikan SMA pada 1994. Ia kemudian bergabung sebagai vokalis grup musik Funk Section.
Setahun kemudian, pada 1995, Funk Section merilis album eksklusif yang mendapat apresiasi. Karier Glenn setelah itu terus berkembang hingga namanya dikenal sebagai salah satu figur penting dalam industri musik Indonesia.
Glenn meninggal dunia pada 8 April 2020 di Rumah Sakit Setia Mitra, Jakarta Selatan, dalam usia 44 tahun. Ia kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.
Dengan demikian, 30 September tidak hanya menjadi penanda satu peristiwa dalam sejarah Indonesia. Tanggal tersebut juga mengingatkan pada tragedi politik, bencana alam besar, serta perjalanan hidup seorang musisi yang meninggalkan jejak di industri hiburan Tanah Air.