JAKARTA — Serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 terus menuai sorotan internasional, terutama terkait dampaknya terhadap warga sipil Palestina. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan penggunaan senjata termal dengan daya hancur tinggi yang tidak hanya menewaskan korban, tetapi juga menyebabkan jasad korban sulit ditemukan. Data yang beredar menyebutkan 2.842 warga Palestina di Gaza lenyap akibat efek ekstrem dari senjata termal hingga Februari 2026.
Senjata termal bekerja dengan menghasilkan panas sangat tinggi, ledakan besar, serta tekanan ekstrem yang dapat menghancurkan bangunan dan menghanguskan area di sekitarnya.
Berikut tiga jenis senjata termal yang disebut digunakan dalam serangan Israel ke wilayah Palestina berdasarkan laporan dari perupadata:
1. MK-84 “Hammer”
MK-84 dikenal sebagai salah satu bom atau senjata termal dengan daya hancur besar. Bom ini mampu menghasilkan panas hingga sekitar 3.500 derajat Celsius, suhu yang cukup untuk membakar objek di sekitarnya secara ekstrem. Dampak panas tersebut disebut dapat menghanguskan tubuh manusia hingga menyulitkan proses identifikasi korban.
Dalam konteks serangan di Gaza, penggunaan MK-84 menuai kritik karena efeknya yang luas dan tidak terbatas pada target militer semata. Ledakan dan panas tinggi dari bom ini berpotensi menghancurkan area pemukiman padat, sehingga risiko terhadap warga sipil sangat besar.
2. GBU-39 dengan Bahan Peledak AFX-757
GBU-39 merupakan bom presisi yang dirancang untuk menghancurkan target spesifik, seperti bangunan tertentu, dengan klaim meminimalkan kerusakan pada struktur di sekitarnya. Namun, penggunaan bahan peledak AFX-757 tetap memberikan daya ledak dan panas yang signifikan.
Bom ini disebut digunakan dalam serangan terhadap Sekolah Al-Tabin. Meskipun dikategorikan sebagai senjata presisi, dampaknya tetap menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah. Penggunaan senjata di fasilitas sipil seperti sekolah memicu kecaman luas karena melanggar prinsip perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.
3. BLU-109 “Bunker Buster” dengan Campuran PBXN-109
BLU-109 atau dikenal sebagai “bunker buster” ketika dipadukan dengan campuran bahan peledak PBXN-109, bom ini dapat menciptakan bola api besar di ruang tertutup yang menghanguskan segala sesuatu dalam jangkauannya.
Senjata ini disebut digunakan dalam serangan di wilayah Mawasi, yang sebelumnya ditetapkan sebagai zona aman bagi pengungsi Palestina. Ledakan di area tertutup menyebabkan dampak termal yang ekstrem, meningkatkan jumlah korban serta memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.