Racing Bulls menutup program shakedown tertutup di Sirkuit de Barcelona-Catalunya dengan catatan positif. Selama tiga hari pengujian, tim berhasil menyelesaikan 319 putaran, menjadikan Racing Bulls sebagai tim tersibuk kedua dalam rangkaian tes Barcelona.
Pembalap utama Liam Lawson mengungkapkan bahwa mobil VCARB 03 yang menggunakan mesin Red Bull Ford Powertrains menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan hari pertama pengujian.
“Mobil berada di posisi yang jauh lebih baik dibandingkan hari Senin,” ujar Lawson, seraya menambahkan bahwa tim telah mengumpulkan lebih dari 1.260 kilometer data penting sebagai bekal menuju tes resmi Formula 1 di Bahrain pada Februari mendatang.
Tiga Hari Padat Meski Sempat Terganggu
Racing Bulls memanfaatkan jatah tiga hari mereka pada Senin, Rabu, dan Kamis, dengan tugas mengemudi dibagi antara Lawson dan pembalap rookie Arvid Lindblad.
Berdasarkan catatan waktu tidak resmi, Lawson mencatat 88 lap pada hari Senin, Lindblad tampil impresif dengan 120 lap pada hari Rabu, sementara keduanya mengombinasikan 111 lap pada hari Kamis untuk mencapai total 319 lap.
“Kami menjalani tes yang cukup solid, terutama dari sisi reliabilitas. Kami terus belajar dan membuat kemajuan besar, meski semua tim juga berkembang,” kata Lawson.
Selama tes berlangsung, Racing Bulls sempat memicu dua red flag—satu pada hari Senin dan satu lagi saat Lindblad berhenti di lintasan pada hari Rabu. Namun, gangguan tersebut tidak menghambat progres keseluruhan tim.
Lindblad Curi Perhatian di Debut Mesin Baru
Bagi Arvid Lindblad, tes ini menjadi momen penting sebagai rookie satu-satunya di grid F1 2026. Pembalap Inggris berusia 18 tahun itu menyebut sesi Barcelona sebagai “uji coba pertama yang sesungguhnya” dengan mesin baru, setelah debutnya sempat tertunda akibat hujan.
Menariknya, Lindblad mampu mencatat waktu tercepat 1:19.420, unggul tipis dari Lawson yang membukukan 1:19.809, sekaligus mencatat jarak tempuh lebih panjang. Meski demikian, Lawson menegaskan bahwa perbandingan waktu belum terlalu relevan pada fase awal pengembangan.
“Yang terpenting bagi kami adalah komunikasi dan kerja sama untuk membangun mobil ini agar secepat mungkin,” ujarnya.
Fokus ke Tes Resmi Bahrain
Secara keseluruhan, Racing Bulls berada di posisi kedua dalam daftar tim paling aktif, di bawah Mercedes yang memimpin dengan 500 lap. Mesin Red Bull Powertrains sendiri menunjukkan tanda-tanda keandalan yang menjanjikan, dengan dua tim afiliasi Red Bull mengoleksi 342 lap gabungan hingga hari keempat pengujian.
Racing Bulls kini memiliki waktu hampir dua pekan untuk menganalisis data dari Barcelona sebelum menghadapi tes resmi Bahrain pada 11–13 Februari, yang akan menjadi ajang uji pertama seluruh 11 tim F1 di bawah regulasi baru 2026.