Otoritas kesehatan Belgia pada Selasa mengonfirmasi bahwa lima bayi di wilayah Flemish terdeteksi positif racun bakteri cereulide. Temuan ini menjadi perkembangan terbaru dalam krisis kontaminasi susu formula bayi berskala multinasional yang telah memicu penarikan produk di lebih dari 60 negara.
Kelima bayi yang terdampak—masih berusia beberapa bulan—diketahui mengonsumsi susu formula produksi Nestlé yang termasuk dalam daftar penarikan sejak 5 Januari lalu. Menurut Departemen Kesehatan Flemish, para bayi mengalami gejala ringan seperti muntah dan diare.
Pada hari yang sama, krisis ini juga memasuki ranah hukum. Sebanyak 24 keluarga di Prancis mengajukan pengaduan terhadap pemerintah Prancis dan produsen susu formula, dengan tuduhan kelalaian dalam menangani kasus kontaminasi yang dinilai membahayakan kesehatan bayi.
Laporan Penyakit Muncul di Sejumlah Negara Eropa
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) mencatat laporan penyakit di beberapa negara anggota Uni Eropa yang berkaitan dengan kontaminasi tersebut.
Di Spanyol, delapan bayi dilaporkan mengalami muntah dan gangguan gastrointestinal, dengan lima di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, belum ada konfirmasi laboratorium terkait paparan cereulide.
Sementara itu di Prancis, 11 kasus rawat inap bayi tengah diselidiki. Lima di antaranya telah dikonfirmasi terkait konsumsi susu formula yang ditarik dari peredaran.
Otoritas kesehatan mengakui bahwa pengujian klinis rutin untuk mendeteksi cereulide bukanlah praktik standar, sehingga jumlah kasus yang sebenarnya kemungkinan sulit dipastikan.
Di Inggris, hingga 3 Februari, tercatat 36 notifikasi klinis yang melibatkan bayi yang mengonsumsi batch produk yang ditarik. Kasus-kasus tersebut tersebar di Inggris (24), Skotlandia (7), Wales (3), Irlandia Utara (1), dan Dependensi Mahkota (1).
Sumber Kontaminasi Diduga dari Pemasok Tiongkok
Investigasi awal melacak sumber kontaminasi pada minyak asam arakidonat—asam lemak omega-6 yang lazim ditambahkan ke susu formula bayi—yang dipasok oleh produsen asal Tiongkok.
Nestlé, Danone, dan Lactalis telah melakukan penarikan produk terdampak, menjadikan kasus ini salah satu penarikan produk nutrisi bayi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah laporan industri dan media menyebut perusahaan Tiongkok Cabio Biotech sebagai pemasok yang diduga menjadi sumber masalah.
Pada 2 Februari, Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) merilis penilaian risiko cepat dan menetapkan dosis referensi akut cereulide untuk bayi sebesar 0,014 mikrogram per kilogram berat badan. Ambang batas baru ini mendorong Prancis untuk menurunkan standar batas keamanannya, yang kemudian memperluas cakupan penarikan produk.
Investigasi Masih Berlangsung
Di Prancis, pihak berwenang juga tengah menyelidiki kematian dua bayi yang diketahui mengonsumsi susu formula Nestlé yang telah ditarik. Hingga kini, hubungan sebab akibat belum dapat dipastikan.
Swiss turut memeriksa kemungkinan kasus serupa di wilayahnya.
Nestlé menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari otoritas Flemish terkait lima kasus yang telah dikonfirmasi. Meski demikian, perusahaan menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Krisis ini masih berkembang, sementara kekhawatiran publik terhadap keamanan produk nutrisi bayi terus meningkat di berbagai negara.