JAKARTA — Bau tidak sedap dari tempat sampah sering menjadi masalah rumah tangga, terutama di dapur yang menyimpan banyak sisa makanan organik. Bau busuk ini muncul akibat dekomposisi sampah yang menghasilkan gas tidak menyenangkan serta menarik serangga seperti lalat. Namun, jangkan khawatir. Ada beberapa langkah sederhana dan murah yang bisa dilakukan untuk mencegah serta mengatasi masalah ini.
Berikut lima cara praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah:
1. Bersihkan Tempat Sampah secara Rutin
Membersihkan secara teratur merupakan langkah paling dasar dan efektif. Sampah organik seperti sisa sayur, buah, atau makanan yang menumpuk lama akan membusuk dan menghasilkan aroma tidak sedap. Kosongkan isi tempat sampah setiap hari atau setidaknya dua hari sekali, terutama untuk tong di dapur. Cuci bagian dalam dan luar dengan air panas dicampur sabun cuci piring, lalu bilas bersih. Semprotkan disinfektan rumah tangga untuk membunuh bakteri penyebab bau. Keringkan dengan baik menggunakan kain bersih atau biarkan mengering alami agar tidak lembap. Bagi tempat sampah yang jarang terkena sampah basah, pembersihan setiap dua minggu atau sebulan sekali sudah cukup, tetapi segera lakukan jika bau mulai tercium.
2. Manfaatkan Baking Soda sebagai Penyerap Bau Alami
Baking soda menjadi solusi favorit banyak rumah tangga karena murah, mudah didapat, dan ramah lingkungan. Bahan ini bekerja dengan menetralkan molekul penyebab bau, bukan sekadar menutupinya. Taburkan sekitar seperempat cangkir baking soda ke dasar tempat sampah sebelum memasang kantong baru.
Anda juga bisa menaburkannya langsung di atas sampah setiap pagi untuk menjaga kesegaran sepanjang hari. Setelah membersihkan tong, taburkan sedikit baking soda di bagian bawah agar menyerap kelembapan dan aroma sisa. Banyak sumber menyebutkan cara ini sangat ampuh dan bisa dikombinasikan dengan bahan lain untuk hasil lebih optimal.
3. Pisahkan Sampah yang Berpotensi Bau
Limbah seperti ikan dan makanan laut lainnya memiliki bau kuat hingga menjadi penyebab utama aroma tidak sedap. Ahli kebersihan Becca Napelbaum menyarankan untuk mengantongi jenis sampah ini secara terpisah dan segera membuangnya setelah makan.
Begitu juga dengan buah atau sayur yang mulai busuk, kemas terpisah dan keluarkan secepat mungkin. Jika memungkinkan, manfaatkan kompos untuk sampah organik agar tidak menumpuk di tempat sampah rumah. Dengan memisahkan limbah bau tinggi, beban aroma pada tong utama akan berkurang signifikan.
4. Gunakan Bahan Alami Tambahan untuk Menyerap Bau
Selain baking soda, arang aktif atau kulit jeruk bisa menjadi pendukung. Arang aktif memiliki pori-pori halus yang mampu menyerap gas berbau hingga persentase tinggi.
Letakkan potongan arang di dasar tong atau dalam wadah kecil berlubang. Sementara kulit jeruk atau lemon memberikan aroma segar alami yang bisa menyamarkan bau sementara. Masukkan kulit jeruk ke dalam saringan kopi atau kain tipis, lalu ikat dan taruh di tempat sampah. Cara ini sering direkomendasikan karena mudah dan tidak memerlukan biaya besar.
5. Kelola Sampah dengan Disiplin Harian
Kebiasaan membuang sampah secara rutin ke luar rumah atau ke tempat pengumpulan terdekat sangat membantu. Gunakan kantong sampah berkualitas yang rapat agar cairan tidak bocor.
Pastikan tempat sampah memiliki tutup rapat untuk mengurangi penyebaran bau. Jika rumah memiliki banyak anggota keluarga, buat jadwal pembuangan sampah harian agar tidak menumpuk. Kombinasi disiplin ini dengan langkah sebelumnya akan membuat rumah lebih nyaman dan higienis.