JAKARTA — Partai Gerindra genap berusia 18 tahun pada Jumat (6/2/2026). Dari sebuah gagasan sederhana di perjalanan menuju bandara hingga menjadi salah satu kekuatan politik penting di Indonesia, perjalanan partai berlambang kepala burung garuda ini sarat dengan kisah inspiratif.
- 1. Lahir dari Keprihatinan atas Kondisi Demokrasi dan Kemiskinan
- 2. Proses Pendirian Berlangsung Maraton dan Penuh Tantangan
- 3. Nama Gerindra Diciptakan Hashim, Lambang Kepala Garuda dari Prabowo
- 4. Deklarasi Tepat Waktu di Tengah Jadwal Pemilu yang Ketat
- 5. Simbol Garuda Berhasil Menggugah Semangat Masyarakat
Berikut lima fakta menarik seputar kelahiran dan semangat awal pendirian partai tersebut:
1. Lahir dari Keprihatinan atas Kondisi Demokrasi dan Kemiskinan
Partai Gerindra tidak muncul dari ambisi kekuasaan semata, melainkan dari rasa prihatin mendalam terhadap demokrasi yang dianggap telah dibajak oleh kekuatan modal besar. Pada November 2007, dalam perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Fadli Zon dan Hashim Djojohadikusumo berbincang panjang tentang politik nasional yang jauh dari nilai-nilai keadilan. Mereka melihat rakyat kecil hanya dijadikan alat, sementara kemiskinan terus bertambah akibat sistem yang tidak berpihak pada kesejahteraan.
Hashim sendiri sempat menjadi korban kasus hukum terkait benda cagar budaya di Museum Radya Pustaka, Solo. Kasus itu diyakini Fadli sebagai contoh bagaimana kekuasaan ekonomi dan politik bisa menekan siapa saja. Terinspirasi ucapan Edmund Burke bahwa kejahatan akan menang jika orang baik diam saja, keduanya sepakat membentuk wadah politik baru demi harapan yang lebih baik bagi rakyat.
2. Proses Pendirian Berlangsung Maraton dan Penuh Tantangan
Gagasan partai baru tidak langsung diterima semua pihak. Sebagian kalangan di lingkaran Hashim dan Prabowo Subianto justru menyarankan bergabung dengan partai yang sudah ada, termasuk Golkar tempat Prabowo saat itu menjadi anggota Dewan Penasihat. Namun, peluang menjadi ketua umum Golkar dinilai kecil karena posisi Jusuf Kalla sebagai wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah perdebatan panjang, akhirnya disepakati membentuk partai baru dengan manifesto jelas untuk kesejahteraan rakyat.
Pada Desember 2007, di markas Institute for Policy Studies di Bendungan Hilir, Jakarta, digelar pembahasan intensif soal anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Fadli Zon yang memimpin diskusi hingga siang malam bahkan sempat jatuh sakit dan dirawat selama dua minggu karena kelelahan. Meski sempat pesimistis, antusiasme Hashim yang menjenguk di rumah sakit membuat proses tetap berlanjut.
3. Nama Gerindra Diciptakan Hashim, Lambang Kepala Garuda dari Prabowo
Memilih nama partai ternyata tidak mudah karena harus mudah diingat sekaligus mencerminkan semangat nasionalis dan kerakyatan. Awalnya muncul usulan Partai Indonesia Raya, namun nama itu sudah pernah dipakai di masa lalu. Hashim kemudian mengusulkan Gerakan Indonesia Raya yang disingkat Gerindra. Nama itu langsung disetujui karena singkat, mudah diucapkan, dan mudah dihafal. Untuk lambang, sempat ada survei kecil yang menunjukkan masyarakat menyukai gambar harimau karena kesan perkasa.
Namun Prabowo punya ide berbeda, yaitu hanya kepala burung garuda yang menghadap ke kanan. Gagasan itu diterima bulat karena melambangkan keberanian, kemandirian, dan semangat kebangsaan tanpa meniru lambang partai lain secara utuh. Detail sisik 17 helai, jengger dan jambul 8 helai, serta bulu telinga 4 helai sengaja dipilih untuk mengandung makna tanggal kemerdekaan 17 Agustus 1945.
4. Deklarasi Tepat Waktu di Tengah Jadwal Pemilu yang Ketat
Pembentukan partai dilakukan dengan sangat mendesak karena berdekatan dengan jadwal pendaftaran dan kampanye Pemilu 2009. Partai Gerindra resmi dideklarasikan pada 6 Februari 2008. Dalam deklarasi tersebut tertuang visi mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, makmur, beradab, serta bertuhan sesuai Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
Manifesto perjuangan menekankan pentingnya budaya bangsa dan wawasan kebangsaan sebagai perekat persatuan. Partai juga mengkritik sistem ekonomi pasar yang dianggap telah memporak-porandakan perekonomian nasional, menambah jumlah penduduk miskin dan pengangguran. Sebagai solusi, Gerindra mengusung ekonomi kerakyatan yang berpihak pada kemandirian bangsa serta kemakmuran dan keadilan di segala bidang.
5. Simbol Garuda Berhasil Menggugah Semangat Masyarakat
Lambang kepala burung garuda terbukti efektif membangun persepsi positif di mata publik. Saat masa kampanye pertama, iklan partai yang menampilkan burung garuda disertai suara gagah berhasil membuat penonton tergerak. Simbol ini tidak hanya mewakili keberanian dalam bersikap, tetapi juga harapan akan kepemimpinan yang tegas demi kepentingan rakyat banyak.
Dalam perjalanan 18 tahun, Gerindra berhasil menancapkan akar di hati masyarakat meski usianya masih tergolong muda dibandingkan partai-partai besar lainnya. Komitmen memperjuangkan kesejahteraan rakyat dari kemelaratan tetap menjadi ruh utama yang dibawa sejak awal pendirian.
Hingga kini, semangat awal tersebut terus dipegang teguh sebagai pengingat bahwa politik sejatinya harus menjadi alat untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat Indonesia. Di usia ke-18, Partai Gerindra terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi bangsa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
