JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menyebabkan beban berlebih terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan tetap terkendali sesuai batas fiskal yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam sambutannya pada Peresmian dan Groundbreaking 1.179 Satuan Pelaksana Pangan Gizi (SPPG) serta pembukaan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026), Prabowo memastikan kondisi fiskal nasional masih terjaga secara prudent.
Ia menjelaskan bahwa defisit anggaran tetap berada di level aman, yakni tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), meskipun sejumlah program sosial prioritas tengah berjalan.
“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri. Jadi, 3 persen defisit kita, 3 persen dari PDB,” kata Presiden.
Menurutnya, kebijakan MBG dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah agar memperoleh asupan gizi seimbang, sementara kelompok ekonomi mapan memang tidak terlalu merasakan langsung dampaknya.
Prabowo juga menyoroti munculnya kritik dari sejumlah pihak, termasuk kalangan akademisi, yang meragukan kelanjutan program tersebut sejak awal peluncurannya. Ia menilai tudingan yang menyebut MBG akan membebani keuangan negara justru tidak berdasar.
Presiden menjelaskan bahwa seluruh pendanaan program bersumber dari hasil efisiensi belanja pemerintah dengan memotong sejumlah pengeluaran yang dianggap tidak produktif, seperti aktivitas rapat, seminar, serta perjalanan dinas yang tidak memberi dampak langsung pada masyarakat.
Ia menegaskan langkah tersebut justru memperkuat tata kelola anggaran negara agar lebih tepat sasaran sekaligus menekan potensi penyalahgunaan dana publik.
“Ini yang kita hemat, uang ini yang kita alihkan untuk hal-hal seperti ini,” tegas Presiden menutup pernyataannya di hadapan jajaran pemerintah dan aparat penegak hukum.***