JAKARTA — Filsafat kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Tidak sedikit orang yang langsung mengernyitkan dahi ketika mendengar kata filsafat karena dianggap rumit, tidak praktis, bahkan membingungkan. Padahal, pandangan tersebut lahir dari berbagai kesalahpahaman yang telah lama berkembang.
Berikut lima kesalahpahaman tentang filsafat yang perlu diluruskan:
1. Hanya untuk Orang Jenius
Banyak orang menilai filsafat terlalu berat karena dipenuhi istilah-istilah asing dan pemikiran abstrak. Faktanya, filsafat justru berangkat dari pertanyaan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti tentang keadilan, kebenaran, dan makna hidup. Siapa pun dapat mempelajarinya selama mau berpikir terbuka dan reflektif.
2. Tidak Berguna
Pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Filsafat berperan penting dalam membentuk cara berpikir kritis dan logis yang dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, hukum, politik, hingga teknologi. Banyak kebijakan publik dan keputusan etis berakar dari pemikiran filsafat.
3. Bikin Bingung
Memang, filsafat mendorong seseorang untuk mempertanyakan hal-hal yang selama ini dianggap pasti. Namun, tujuan dari proses tersebut bukan untuk menimbulkan kebingungan, melainkan untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam dan rasional terhadap suatu persoalan.
4. Bertentangan dengan Agama
Anggapan ini muncul karena filsafat menggunakan rasio atau akal sebagai alat utama berpikir. Dalam praktiknya, filsafat dan agama memiliki pendekatan yang berbeda, tetapi tidak selalu saling bertentangan. Sepanjang sejarah, banyak pemikir menggunakan filsafat untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan nilai-nilai moral. Namun, memang harus diakui tidak sedikit pemikiran filsafat dari berbagai tokoh bertentangan dengan ajaran agama yang diyakini banyak masyarakat.
5. Tidak Relevan dan Terlalu Abstrak
Meski membicarakan konsep-konsep abstrak, filsafat tetap memiliki keterkaitan erat dengan persoalan konkret, seperti etika penggunaan teknologi, keadilan sosial, hak asasi manusia, dan tanggung jawab individu dalam masyarakat.
Meluruskan berbagai kesalahpahaman tersebut penting agar filsafat tidak lagi dipandang sebagai ilmu yang jauh dari realitas. Sebaliknya, filsafat dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat berpikir lebih kritis, rasional, dan bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.