JAKARTA – Anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin sehingga kemampuan darah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Akibatnya, seseorang bisa mengalami berbagai gejala seperti mudah lelah, pusing, kulit pucat, hingga sulit berkonsentrasi. Salah satu penyebab anemia yang paling umum adalah kekurangan zat besi (iron deficiency).
Selain dipengaruhi oleh pola makan, risiko anemia juga dapat meningkat karena kebiasaan mengonsumsi minuman tertentu. Beberapa jenis minuman ternyata dapat menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan atau bersamaan dengan makanan sumber zat besi, minuman tersebut dapat mengurangi jumlah zat besi yang diserap oleh tubuh.
Berikut lima minuman favorit yang sebaiknya dikonsumsi secara bijak karena berpotensi meningkatkan risiko anemia.
1. Teh
Teh merupakan salah satu minuman yang paling populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Banyak orang mengonsumsi teh saat sarapan, setelah makan, atau saat bersantai. Namun, minuman ini ternyata dapat memengaruhi penyerapan zat besi dalam tubuh.
Teh mengandung senyawa bernama tanin atau polifenol yang dapat mengikat zat besi dari makanan. Ketika zat besi terikat oleh senyawa tersebut, tubuh akan lebih sulit menyerapnya di saluran pencernaan. Akibatnya, meskipun seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, jumlah zat besi yang diserap tubuh menjadi lebih sedikit.
Para ahli menyarankan agar teh tidak diminum bersamaan dengan makanan yang kaya zat besi. Sebaiknya minuman ini dikonsumsi sekitar satu hingga dua jam setelah makan agar tidak mengganggu penyerapan nutrisi penting tersebut.
2. Kopi
Selain teh, kopi juga termasuk minuman yang sangat digemari banyak orang. Kandungan kafein dalam kopi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk. Namun, konsumsi kopi yang berlebihan juga dapat berdampak pada penyerapan zat besi.
Kopi mengandung senyawa polifenol yang dapat menghambat penyerapan zat besi, terutama jenis zat besi non-heme yang berasal dari makanan nabati seperti sayuran dan kacang-kacangan. Jika kopi dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau suplemen zat besi, penyerapan zat besi dapat berkurang secara signifikan.
Bagi orang yang memiliki risiko anemia, seperti wanita yang sedang menstruasi atau ibu hamil, disarankan untuk membatasi konsumsi kopi dan tidak meminumnya dekat dengan waktu makan.
3. Minuman Energi
Minuman energi sering dipilih untuk meningkatkan stamina dan konsentrasi, terutama saat bekerja atau belajar. Minuman ini umumnya mengandung kafein dalam jumlah cukup tinggi.
Kafein yang terdapat dalam minuman energi dapat mengganggu penyerapan zat besi di dalam tubuh. Selain itu, konsumsi kafein berlebihan juga dapat menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya.
Jika dikonsumsi terlalu sering, terutama pada orang yang sudah memiliki kadar zat besi rendah, minuman energi dapat memperburuk kondisi tersebut.
4. Minuman Bersoda
Minuman bersoda atau soft drink merupakan minuman yang cukup populer, terutama di kalangan anak muda. Namun, kandungan gula yang tinggi dan minimnya nutrisi membuat minuman ini tidak memberikan manfaat bagi tubuh.
Selain tinggi gula, minuman bersoda sering kali dikonsumsi menggantikan minuman sehat seperti air putih atau jus buah yang kaya vitamin. Pola konsumsi ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting, termasuk zat besi dan vitamin yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah.
Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, minuman bersoda dapat berkontribusi pada pola makan yang tidak seimbang dan meningkatkan risiko anemia.
5. Susu yang Dikonsumsi Berlebihan
Susu dikenal sebagai minuman yang kaya nutrisi, terutama kalsium dan vitamin. Namun, konsumsi susu dalam jumlah berlebihan atau pada waktu yang tidak tepat juga dapat memengaruhi penyerapan zat besi.
Kalsium dalam susu dapat bersaing dengan zat besi dalam proses penyerapan di saluran pencernaan. Jika susu diminum bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi, tubuh mungkin akan menyerap lebih sedikit zat besi dari makanan tersebut.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar konsumsi susu dipisahkan dari waktu makan yang mengandung banyak zat besi agar penyerapan nutrisi tetap optimal.
Cara Mencegah Risiko Anemia
Meskipun beberapa minuman di atas dapat memengaruhi penyerapan zat besi, bukan berarti minuman tersebut harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah mengatur waktu dan jumlah konsumsinya.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah anemia antara lain:
-
Mengonsumsi makanan yang kaya zat besi seperti daging, ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.
-
Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.
-
Menghindari minum teh atau kopi bersamaan dengan makanan utama.
-
Membatasi konsumsi minuman berkafein dan minuman tinggi gula.
Dengan menerapkan pola makan yang seimbang dan memperhatikan kebiasaan minum sehari-hari, risiko anemia dapat dikurangi sehingga tubuh tetap sehat dan bertenaga.