JAKARTA – Sedikitnya ada lima negara yang mengutuk rencana negara Zionis di wilayah Gaza, Palestina. Ke lima negara itu adalah Inggris, Prancis, Kanada, Spanyol, dan Italia.
ke lima negara itu serempak menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan mendesak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk segera menghentikan operasi militer serta membuka akses bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel mengumumkan rencana untuk memperluas kendali militer di Jalur Gaza. Inggris, Prancis, dan Kanada, melalui pernyataan resmi, menegaskan bahwa aksi militer Israel telah memicu “bencana kemanusiaan yang mengerikan” di Gaza. “Kami menyerukan pemerintah Israel untuk menghentikan operasi militernya dan segera mengizinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza,” ujar pernyataan bersama ketiga negara tersebut, menyoroti krisis kelaparan dan penderitaan warga sipil.
Spanyol dan Italia juga bergabung dalam kecaman ini, menyebut tindakan Israel sebagai “pelanggaran nyata hukum humaniter internasional”. Mereka menegaskan bahwa penolakan Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan, seperti makanan, bahan bakar, dan obat-obatan sejak Maret 2025, telah memperburuk kondisi di Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan lebih dari 900.000 anak di Gaza menghadapi kelaparan ekstrem, dengan 70.000 lainnya menderita malnutrisi akut.
Netanyahu menanggapi kecaman tersebut dengan keras, menuding negara-negara Barat memberikan “hadiah besar” kepada Hamas. “Dengan meminta Israel mengakhiri perang defensif sebelum Hamas dihancurkan, para pemimpin London, Ottawa, dan Paris sedang memberikan hadiah besar bagi serangan genosida pada 7 Oktober,” tegasnya.
Ia juga menyatakan bahwa Israel hanya akan mengizinkan bantuan makanan pokok dalam jumlah terbatas, sambil tetap berencana menguasai Gaza sepenuhnya.
Kecaman ini mencerminkan perubahan sikap sejumlah negara Barat yang kini semakin vokal mengkritik agresi Israel. Langkah ini juga sejalan dengan protes global, termasuk demonstrasi di Roma dan Barcelona, yang mengecam blokade Israel terhadap Gaza. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyebut situasi di Gaza sebagai “pertunjukan horor” yang harus segera dihentikan.
Konflik ini terus memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah. Komunitas internasional, termasuk Indonesia, telah mendesak implementasi solusi dua negara dan gencatan senjata segera untuk mengakhiri penderitaan warga Gaza.