Negara dengan tingkat HIV tertinggi di dunia ini memiliki jumlah kasus yang sangat memprihatinkan hingga jutaan penyintas.
Di Indonesia, kasus HIV terus bertambah secara signifikan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dalam periode Januari hingga September 2024, tercatat 47.896 kasus baru.
Angka ini menunjukkan bahwa penyebaran HIV masih menjadi masalah serius yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Sementara itu, di tingkat daerah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau, melaporkan adanya 822 kasus baru sepanjang Januari hingga Desember 2024. Data ini diperoleh dari hasil skrining terhadap 15.060 orang, yang menunjukkan bahwa deteksi dini masih menjadi langkah krusial dalam menekan angka penyebaran HIV.
HIV, atau human immunodeficiency virus, adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel CD4komponen utama yang membantu tubuh melawan infeksi. Akibatnya, seseorang yang terinfeksi HIV akan semakin rentan terhadap berbagai penyakit dan komplikasi kesehatan lainnya.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan HIV adalah fakta bahwa tubuh manusia tidak dapat sepenuhnya menghilangkan virus ini. Sekali terinfeksi, seseorang akan tetap menjadi HIV-positif seumur hidup.
Daftar Negara dengan Tingkat HIV Tertinggi di Dunia
Tak hanya di Indonesia, HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak luas, terutama di beberapa negara dengan tingkat infeksi tertinggi. Berikut adalah daftar negara dengan tingkat HIV tertinggi di dunia:
1. Eswatini
Eswatini mencatat prevalensi HIV tertinggi di dunia, dengan lebih dari 27% penduduknya terinfeksi virus ini. HIV/AIDS menjadi penyebab utama kematian di negara ini.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Eswatini berhasil menurunkan angka infeksi baru hingga hampir 50% melalui perluasan layanan pengobatan dan pencegahan.
Saat ini, sekitar 97% penderita HIV dewasa di Eswatini telah mendapatkan terapi antiretroviral (ART), meningkat signifikan dari hanya 34,8% beberapa tahun sebelumnya.
Meskipun penyebaran HIV sudah lebih terkendali, kelompok yang terpinggirkan seperti pekerja seks masih sangat terdampak, dengan angka prevalensi mencapai 60,5%, masih menjadi yang tertinggi di dunia.
2. Lesotho
Lesotho menempati posisi kedua dalam daftar negara dengan tingkat HIV tertinggi di dunia, dengan angka prevalensi mencapai 20,5%. Saat ini, sekitar 270.000 orang hidup dengan HIV di negara ini.
Pada tahun 2023, Lesotho melaporkan 48.000 kasus infeksi baru dan 4.000 kematian terkait AIDS.
Meskipun 97,5% penderita HIV telah mendapatkan ART, faktor sosial seperti kemiskinan menjadi hambatan besar dalam pengobatan.
Dengan lebih dari separuh penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, akses ke layanan kesehatan menjadi terbatas, sehingga rata-rata harapan hidupnya hanya sampai 55 tahun untuk pria dan 57 tahun untuk wanita.
3. Botswana
Botswana berada di peringkat ketiga dalam daftar negara dengan tingkat HIV tertinggi di dunia, dengan prevalensi mencapai 19,7%.
Meskipun angka infeksi masih tinggi, negara ini terus berupaya mengurangi penyebaran HIV melalui berbagai program kesehatan.
Botswana menawarkan pengobatan ART gratis bagi seluruh warganya yang terinfeksi HIV. Pada tahun 2020, lebih dari 98% wanita hamil dengan HIV telah menerima terapi ART, yang berkontribusi pada penurunan drastis penularan HIV dari ibu ke anak hingga 1,91%.
Namun, tantangan lain masih ada, seperti ketidaksetaraan gender dan kebijakan hukum yang menyulitkan kelompok rentan dalam mendapatkan akses ke layanan kesehatan.
4. Afrika Selatan
Afrika Selatan memiliki tingkat prevalensi HIV sebesar 16,6%, menempati posisi keempat di dunia. Namun, karena jumlah penduduknya yang besar, Afrika Selatan memiliki kasus HIV tertinggi secara absolut, dengan 7,7 juta orang hidup dengan HIV. Dengan angka tersebut, Afrika berarti menyumbang sekitar 20% dari total kasus HIV di seluruh dunia.
Negara ini menjalankan program ART terbesar di dunia, dengan 68% penderita HIV telah menerima pengobatan dan 93% dari mereka berhasil mencapai penekanan viral load. Keberhasilan program ini berkontribusi pada peningkatan harapan hidup dari 56 tahun pada 2010 menjadi 63 tahun pada 2018.
Selain itu, program pencegahan juga efektif, dengan penularan HIV dari ibu ke anak menurun dari 3,5% pada 2010 menjadi di bawah 1% pada 2021.
Namun, perempuan dan remaja putri masih menjadi kelompok paling rentan, dengan kemungkinan 2,5 kali lebih tinggi terinfeksi HIV dibandingkan laki-laki seusia mereka.
5. Zimbabwe
Zimbabwe memiliki tingkat prevalensi HIV sebesar 11,7%, dengan sekitar 1,3 juta orang hidup dengan virus ini.
Meskipun angka kasus masih tinggi, Zimbabwe berhasil meningkatkan cakupan ART, dengan 82% pria, 88% wanita, dan 78% anak-anak penderita HIV telah mendapatkan pengobatan.
Selain itu, Zimbabwe telah sukses dalam menekan penularan HIV dari ibu ke anak dengan memperluas layanan pencegahan (PMTCT).
Namun, stigma sosial dan kebijakan hukum yang mengkriminalisasi pekerjaan seks dan homoseksualitas menjadi tantangan besar dalam memastikan semua kelompok rentan mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.