JAKARTA –Di era kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih, penipuan suara atau voice cloning menjadi ancaman nyata. Pelaku hanya butuh satu kata “Halo” dari rekaman suara Anda untuk membuat tiruan suara yang sangat mirip, lalu menggunakannya untuk menipu keluarga atau teman dengan modus darurat seperti kecelakaan atau sakit mendadak. Kasus semacam ini semakin sering dilaporkan di Indonesia.
Berikut 5 tips praktis dan mudah diterapkan agar Anda dan keluarga terhindar dari jebakan penipuan suara AI:
1. Sepakati Kata Sandi Rahasia Keluarga
Buatlah satu frasa sederhana yang hanya diketahui anggota keluarga inti, misalnya “Kucing Biru”, “Rumah Nenek”, atau “Buku Merah”. Atur kesepakatan bersama: setiap kali ada panggilan mendesak yang meminta uang atau bantuan, pihak yang menerima telepon wajib menanyakan kata sandi tersebut terlebih dahulu. Jika penelepon tidak bisa menjawab dengan benar, langsung anggap panggilan itu palsu dan segera tutup telepon. Langkah ini terbukti efektif mencegah penipuan berbasis suara kloning.
2. Jangan Unggah Suara atau Video Bicara di Media Sosial Publik
Hindari membagikan voice note, Instagram Story, Reels, TikTok, atau konten apa pun yang menampilkan suara asli di platform terbuka. Semakin banyak sampel suara yang tersebar di internet, semakin mudah AI melatih model kloning hanya dalam hitungan menit. Lebih aman jika konten suara hanya dikirim melalui chat pribadi atau grup keluarga tertutup.
3. Kenali Tanda-tanda Panggilan Mencurigakan
Saat menerima telepon dari nomor asing atau tidak dikenal, waspadai beberapa ciri khas: permintaan transfer uang yang sangat mendesak tanpa alasan logis, suara penelepon terdengar agak robotik atau terputus-putus, latar belakang terlalu hening, serta nada panik yang berlebihan atau enggan menjawab pertanyaan sederhana. Jika ada satu saja tanda tersebut, segera tutup panggilan dan hubungi kembali nomor resmi keluarga atau teman melalui kontak yang sudah tersimpan di ponsel.
4. Gunakan Verifikasi Ganda untuk Transaksi Penting
Ajarkan seluruh anggota keluarga untuk tidak pernah langsung mentransfer uang meskipun suara penelepon terdengar sangat mirip. Cara paling praktis adalah menghubungi kembali nomor yang sudah tersimpan (bukan nomor yang muncul di panggilan masuk), meminta bertemu langsung, atau meminta foto/video real-time sebagai bukti. Gunakan pula aplikasi video call seperti WhatsApp, Zoom, atau Google Meet untuk memverifikasi wajah sekaligus suara secara bersamaan.
5. Laporkan Segera Jika Menjadi Korban atau Hampir Tertipu
Simpan semua bukti dengan rapi: tangkapan layar nomor penelepon, rekaman panggilan jika ada, serta catatan tanggal dan jam kejadian. Laporkan ke polisi melalui unit Cyber Crime Polri atau Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) terdekat. Selain itu, segera beri tahu keluarga, teman, dan rekan kerja agar mereka tidak mudah percaya jika tiba-tiba dihubungi dengan karakter suara Anda. Jika ada transaksi mencurigakan, hubungi bank secepatnya untuk memblokir atau membekukan rekening sementara.
Penipuan suara AI tidak memerlukan teknologi mahal atau keahlian tinggi, cukup satu kata “Halo” yang terekam. Dengan lima langkah di atas, Anda bisa melindungi diri dan orang tersayang tanpa ribet. Mulai sekarang: buat kata sandi rahasia keluarga dan ajak semua anggota rumah menerapkannya. Keamanan digital dimulai dari langkah kecil yang konsisten.(Sumber: BSSN RI)