JAKARTA – Layanan bank emas atau Bullion Bank bukan hanya di Indonesia, beberapa negara lain sudah sejak lama mengimplementasikan layanan tersebut.
Salah satu negara yang memiliki Bullion Bank yakni Turki. Kontribusi utama perdagangan emas terhadap ekonomi Turki salah satunya pengurangan defisit Perdagangan.
Ekspor emas telah membantu mengurangi defisit perdagangan Turki. Misalnya, pada April 2014, ekspor emas batangan mencapai 1,42 miliar dolar AS, dengan ekspor ke Swiss sebesar 1,1 miliar dolar AS.
Peningkatan ekspor ini berkontribusi pada penurunan defisit perdagangan sebesar 31,9% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 4,97 miliar dolar AS.
Selain itu, di Turki terjadi peningkatan permintaan domestik. Tingginya inflasi di Turki telah mendorong masyarakat untuk berinvestasi dalam emas sebagai aset lindung nilai.
Hal ini meningkatkan permintaan domestik terhadap emas, yang pada gilirannya mendorong peningkatan impor emas untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Secara keseluruhan, perdagangan emas berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Turki melalui pengurangan defisit perdagangan, peningkatan permintaan domestik, pertumbuhan industri perhiasan, dan stabilisasi ekonomi.
Selain Turki ada lima negara lainnya yang telah mengimplementasikan konsep bullion bank atau bank emas untuk mengelola cadangan emas dan memfasilitasi transaksi berbasis emas.
Berikut adalah daftar negara yang memiliki bullion bank:
1. Turki: Turki menawarkan berbagai produk perbankan emas, termasuk rekening partisipasi emas-ke-emas, rekening emas, dan kartu kredit bonus emas.
2. Uni Emirat Arab: Di UEA, bank seperti Emirates NBD menyediakan rekening emas tanpa bunga untuk individu, sementara Rakbank menawarkan rekening emas dengan opsi penarikan emas fisik.
3. Malaysia: Bank-bank di Malaysia menawarkan layanan cek emas yang dapat diberikan sebagai hadiah untuk acara khusus, tersedia dalam denominasi 1 gram dan 2 gram.
4. Yordania: Di Yordania, nasabah dapat membuka rekening tabungan untuk emas dan perak, meskipun rekening ini tidak menghasilkan bunga.
5. China: China memiliki cadangan emas yang signifikan dan telah mengembangkan berbagai produk investasi emas melalui lembaga keuangan domestik.
6. Jepang: Jepang juga memiliki cadangan emas yang besar dan menawarkan berbagai produk perbankan terkait emas melalui institusi keuangannya.
Implementasi bullion bank di negara-negara tersebut bertujuan untuk memanfaatkan cadangan emas secara optimal, meningkatkan likuiditas pasar emas, dan menyediakan berbagai produk investasi berbasis emas bagi masyarakat. ***