GARUT – Pesta syukuran pernikahan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina di Alun-alun Garut, Jawa Barat, pada Jumat (18/7/2025), berubah menjadi tragedi memilukan.
- Berikut tujuh fakta penting yang perlu diketahui dari insiden tersebut
- 1. Kericuhan Dipicu Antusiasme Warga
- 2. Tiga Korban Jiwa dari Beragam Latar Belakang
- 3. Total 26 Korban, Mayoritas Pingsan
- 4. Dedi Mulyadi Klaim Tak Tahu Acara
- 5. Santunan dan Jaminan Pendidikan
- 6. Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
- 7. Pembatalan Seluruh Acara Hiburan
- Peringatan akan Pengelolaan Massa
Kericuhan saat pembagian makanan gratis menyebabkan tiga orang tewas dan puluhan lainnya pingsan.
Berikut tujuh fakta penting yang perlu diketahui dari insiden tersebut
1. Kericuhan Dipicu Antusiasme Warga
Ribuan warga memadati Lapangan Otto Iskandar Dinata, Alun-alun Garut, sejak pagi untuk menghadiri pesta rakyat yang menjanjikan pembagian makanan gratis. Antrean yang tidak terkendali memicu desak-desakan saat gerbang dibuka pukul 13.00 WIB, usai salat Jumat. Kekacauan ini menyebabkan sejumlah warga terinjak dan kehabisan oksigen, memicu tragedi.
2. Tiga Korban Jiwa dari Beragam Latar Belakang
Tragedi ini merenggut nyawa tiga orang, yaitu:
- Vania Aprilia (8), anak perempuan dari Kelurahan Sukamentri, Garut.
- Dewi Jubaedah (61), warga Jakarta Utara.
- Bripka Cecep Saeful Bahri (39), anggota Bhabinkamtibmas
Polres Garut yang bertugas mengamankan acara.
Ketiganya tewas akibat desak-desakan, dengan Bripka Cecep menjadi korban saat berupaya mengendalikan massa.
3. Total 26 Korban, Mayoritas Pingsan
Dinas Kesehatan Garut mencatat total 26 korban, dengan tiga orang meninggal dunia dan 23 lainnya pingsan akibat sesak napas.
“Informasi kami terima itu karena kekurangan oksigen, berdesak-desakan,” ujar Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Jumat (18/7/2025). Korban dievakuasi ke RSUD dr Slamet dan Rumah Sakit Guntur Garut untuk penanganan.
4. Dedi Mulyadi Klaim Tak Tahu Acara
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tidak mengetahui adanya acara pembagian makanan gratis. “Yang kegiatan di Garut hari ini, acara syukuran Maula dan Putri, secara pribadi saya itu tidak tahu acara kegiatan itu,” katanya saat menghadiri Sunda Karsa Fest.
Ia menegaskan akan bertanggung jawab penuh atas insiden ini.
5. Santunan dan Jaminan Pendidikan
Sebagai bentuk tanggung jawab, Dedi Mulyadi berjanji memberikan santunan Rp150 juta untuk setiap keluarga korban. Selain itu, ia akan menanggung biaya pendidikan anak-anak korban hingga perguruan tinggi, sebagai upaya meringankan duka keluarga yang ditinggalkan.
6. Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menyatakan pihaknya tengah menyelidiki penyebab kericuhan untuk menentukan apakah ada kelalaian.
“Tentunya kami juga akan melakukan pendalaman, melakukan investigasi, bagaimana peristiwa ini terjadi sehingga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).
Meski begitu, ia menyebut pengamanan acara telah sesuai SOP Polres Garut.
7. Pembatalan Seluruh Acara Hiburan
Menyusul tragedi ini, Bupati Garut Abdusy Syakur memutuskan membatalkan seluruh rangkaian pesta rakyat, termasuk panggung hiburan di Pendopo Garut.
“Rangkaian acara, kami tadi bersama-sama memutuskan bahwa kegiatan lanjutan itu ditunda atau ditiadakan,” tegasnya, demi mencegah risiko lebih lanjut.
Peringatan akan Pengelolaan Massa
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan massa dalam acara besar. Pemerintah daerah dan kepolisian diminta mengevaluasi prosedur pengamanan dan koordinasi untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati dalam menghadiri acara dengan potensi kerumunan besar.