JAKARTA – Otak manusia adalah organ paling kompleks di dalam tubuh. Beratnya hanya sekitar 1,3-1,4 kilogram pada orang dewasa, tetapi ia mengendalikan pikiran, emosi, gerakan, ingatan, hingga kemampuan mengambil keputusan. Ilmu saraf (neurosains) terus berkembang dan menemukan berbagai fakta menakjubkan tentang cara kerja organ ini. Berikut tujuh fakta unik tentang otak manusia.
- 1. Otak Mengandung Sekitar 86 Miliar Neuron
- 2. Otak Menghabiskan Sekitar 20% Energi Tubuh
- 3. Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur
- 4. Otak Bisa Berubah dan Beradaptasi (Neuroplastisitas)
- 5. Otak Tidak Merasakan Sakit
- 6. Kecepatan Sinyal Otak Bisa Mencapai Ratusan Kilometer per Jam
- 7. Otak Bisa “Membersihkan Diri” Saat Tidur
1. Otak Mengandung Sekitar 86 Miliar Neuron
Selama bertahun-tahun, banyak buku menyebut manusia memiliki 100 miliar neuron. Namun penelitian yang dipublikasikan oleh ahli saraf Brasil, Suzana Herculano-Houzel, menunjukkan bahwa rata-rata otak manusia memiliki sekitar 86 miliar neuron.
Neuron adalah sel saraf yang berfungsi mengirimkan sinyal listrik dan kimia ke seluruh tubuh. Jumlah yang sangat besar ini memungkinkan manusia berpikir abstrak, berbahasa, dan menciptakan teknologi canggih.
2. Otak Menghabiskan Sekitar 20% Energi Tubuh
Meski hanya menyumbang sekitar 2% dari berat tubuh, otak menggunakan sekitar 20% dari total energi tubuh dalam kondisi istirahat. Informasi ini dijelaskan oleh Harvard Medical School dalam publikasi kesehatan mereka.
Energi ini digunakan untuk menjaga aktivitas listrik neuron, mempertahankan komunikasi antarsel, serta mengelola fungsi vital seperti pernapasan dan detak jantung. Itulah sebabnya ketika kadar gula darah turun drastis, seseorang bisa merasa pusing atau sulit berkonsentrasi otak kekurangan “bahan bakar”.
3. Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur
Banyak orang mengira otak “beristirahat total” saat tidur. Faktanya, otak tetap sangat aktif, terutama saat fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, selama tidur REM, aktivitas otak bisa mendekati tingkat saat kita terjaga.
Pada fase ini, otak memproses memori, memperkuat pembelajaran, dan mengatur emosi. Inilah sebabnya tidur cukup sangat penting untuk kesehatan mental dan daya ingat.
4. Otak Bisa Berubah dan Beradaptasi (Neuroplastisitas)
Dulu para ilmuwan percaya bahwa struktur otak berhenti berkembang setelah masa kanak-kanak. Kini, riset menunjukkan bahwa otak memiliki kemampuan yang disebut neuroplastisitas, yaitu kemampuan untuk berubah dan membentuk koneksi baru sepanjang hidup.
Menurut National Institute of Mental Health, pengalaman baru, pembelajaran, bahkan cedera dapat memicu perubahan jalur saraf. Contohnya, orang yang belajar memainkan alat musik akan membentuk koneksi saraf baru di area motorik dan pendengaran.
Ini juga menjelaskan mengapa terapi dan latihan kognitif dapat membantu pemulihan pasien stroke.
5. Otak Tidak Merasakan Sakit
Meski mengatur persepsi nyeri, otak itu sendiri tidak memiliki reseptor rasa sakit. Artinya, jaringan otak tidak bisa “merasakan” sakit secara langsung. Informasi ini dijelaskan oleh American Brain Foundation.
Itulah mengapa dalam beberapa prosedur bedah otak tertentu, pasien bisa tetap sadar tanpa merasakan nyeri pada jaringan otaknya (tentu dengan anestesi pada bagian lain seperti kulit kepala). Sakit kepala sebenarnya berasal dari jaringan di sekitar otak, pembuluh darah, atau saraf, bukan dari jaringan otaknya sendiri.
6. Kecepatan Sinyal Otak Bisa Mencapai Ratusan Kilometer per Jam
Sinyal listrik yang dikirimkan antar neuron bisa bergerak sangat cepat. Menurut National Institute of General Medical Sciences, impuls saraf dapat bergerak dengan kecepatan hingga sekitar 120 meter per detik (sekitar 430 km/jam) pada serabut saraf tertentu.
Kecepatan ini memungkinkan tubuh bereaksi hampir seketika saat menyentuh benda panas atau ketika harus menghindari bahaya. Namun, tidak semua sinyal bergerak secepat itu kecepatannya tergantung jenis dan ukuran serabut saraf.
7. Otak Bisa “Membersihkan Diri” Saat Tidur
Penemuan menarik lainnya adalah adanya sistem pembersihan limbah di otak yang disebut sistem glimfatik. Penelitian dari tim di University of Rochester Medical Center yang dipublikasikan dalam jurnal Science (2013) menunjukkan bahwa selama tidur, otak meningkatkan aliran cairan serebrospinal untuk membuang zat sisa, termasuk protein beta-amiloid yang terkait dengan penyakit Alzheimer.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kurang tidur kronis dapat mengganggu proses pembersihan tersebut dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan neurodegeneratif.
Otak manusia adalah organ luar biasa yang masih terus dipelajari oleh para ilmuwan. Dengan sekitar 86 miliar neuron, konsumsi energi yang besar, kemampuan beradaptasi sepanjang hidup, hingga sistem pembersihan saat tidur, otak membuktikan dirinya sebagai pusat kendali paling kompleks dalam tubuh.
Fakta-fakta ini menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan otak melalui tidur cukup, nutrisi seimbang, aktivitas fisik, serta stimulasi mental yang rutin. Semakin banyak kita memahami otak, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di masa depan.