JAKARTA — Catur kerap diragukan sebagai aktivitas olahraga karena tidak melibatkan aktivitas fisik yang cukup berat seperti olahraga pada umumnya. Memang betul, secara fisik, para pemain hanya perlu duduk dan menggeser catur yang ada. Namun, ternyata klaim bahwa catur adalah aktivitas olahraga bukanlah klaim tanpa dasar.
Chess.com dalam artikelnya merangkum delapan alasan mengapa catur berhak disebut sebagai aktivitas olahraga, inilah alasannya:
1. Menuntut Ketahanan Fisik
Meskipun tidak mengandalkan kemampuan atletik, para pemain catur kelas dunia wajib menjaga kondisi fisik prima. Pertandingan antara pemain elite kerap berlangsung hingga tujuh, delapan, bahkan sembilan jam. Setiap kelengahan sekecil apa pun dapat berakhir dengan kekalahan telak. Juara dunia Bobby Fischer sendiri diketahui sangat memperhatikan kebugaran fisiknya menjelang pertandingan kejuaraan dunia melawan Boris Spassky.
2. Sarat Persaingan
Siapa pun yang pernah bermain olahraga ini pasti merasakan dorongan kuat untuk menang. Suasana tegang ketika duduk berhadapan dengan lawan tangguh, sementara waktu terus berjalan dan permainan kian rumit. Ini menghadirkan tekanan yang tidak kalah dari olahraga mana pun.
3. Membutuhkan Keterampilan Tinggi
Para pecatur elite menghabiskan seumur hidup untuk mengasah keahlian mereka. Mereka mempelajari tahap pembukaan pertandingan hingga akhir, memecahkan studi, dan masih banyak lagi. Tingkat kedisiplinan latihan seorang pecatur profesional tidak berbeda dengan atlet profesional di cabang olahraga lain.
4. Menjunjung Tinggi Sportivitas
Tata krama dalam olahraga ini memegang peranan sangat penting. Sebelum dan sesudah setiap pertandingan, pemain diwajibkan berjabat tangan. Tanpa memandang hasil akhir, sudah menjadi tradisi untuk mendoakan keberuntungan lawan sebelum pertandingan dimulai, sekaligus mengucapkan terima kasih setelahnya. Etika ini lahir dari rasa hormat yang mendalam terhadap lawan dengan ide-ide mereka dan kesadaran bahwa sebuah permainan cemerlang hanya bisa terwujud dengan kehadiran lawan yang sepadan.
5. Diakui sebagai Olahraga oleh IOC
Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mengakui catur sebagai olahraga. Meski pengakuan tersebut belum sampai pada tahap “Olahraga Olimpiade” yang memungkinkan catur masuk ke dalam agenda Olimpiade, hal itu sudah merupakan penegasan bahwa catur memiliki sifat-sifat yang melekat pada sebuah olahraga.
6. Bersifat Universal
Olahraga ini dimainkan oleh sekitar 600 juta orang di seluruh penjuru dunia. Kehadirannya yang merata menjadi titik temu bagi manusia dari berbagai bahasa, budaya, dan latar belakang, sekaligus memungkinkan terjalinnya komunikasi dan persahabatan lintas bangsa, sebuah nilai yang selama ini identik dengan olahraga.
7. Membangkitkan Semangat Nasionalisme
Puncak kebanggaan dalam berolahraga mungkin adalah menyaksikan putra-putri bangsa berlaga demi kejayaan negara di Olimpiade atau Piala Dunia. Olaharaga ini pun mampu memantik imajinasi serupa, seperti ketika Bobby Fischer menantang Boris Spassky dalam Kejuaraan Dunia Catur 1972. Di tengah puncak Perang Dingin, duel antara pemain Amerika dan Soviet itu disaksikan jutaan orang di seluruh dunia, serta memicu gelombang “Fischer-mania” di Amerika Serikat.
8. Menerapkan Kontrol Doping
Seperti mayoritas olahraga besar, pemain olahraga ini, dalam ajang-ajang bergengsi, diuji untuk mendeteksi zat-zat yang berpotensi memberikan keuntungan kompetitif. Meski masih diperdebatkan apakah zat tertentu benar-benar dapat membantu pemain, ancaman yang lebih dicemaskan dalam dunia catur sejatinya adalah kecurangan melalui bantuan komputer.
Dengan mempertimbangkan kesembilan alasan tersebut, terbukti bahwa catur bukan sekadar permainan biasa. Ia adalah olahraga yang menuntut dedikasi, ketahanan, dan semangat juang yang tak berbeda dari cabang-cabang olahraga lainnya.