JAKARTA — Minyak merupakan salah satu energi yang penting untuk dimiliki oleh seluruh negara di dunia hingga diperdagangkan secara global. Sejumlah jalur pelayaran di dunia menjadi titik strategis dalam perdagangan minyak global. Jalur-jalur tersebut mencatat volume lalu lintas minyak yang sangat tinggi setiap harinya, menjadikannya urat nadi pasokan energi dunia.
Berikut delapan jalur perdagangan minyak tersibuk di dunia beserta volumenya, berdasarkan data dari Visual Capitalist dan U.S. Energy Information Administration (EIA):
1. Selat Malaka
Selat Malaka menduduki peringkat pertama sebagai jalur perdagangan minyak tersibuk di dunia. Volume lalu lintas minyak di jalur ini mencapai 23,2 juta barel per hari, setara dengan 29,1 persen dari total perdagangan minyak global.
2. Selat Hormuz
Selat Hormuz berada di posisi kedua dengan volume sebesar 20,9 juta barel per hari. Jalur ini berkontribusi terhadap 26,2 persen perdagangan minyak dunia.
3. Cape of Good Hope
Cape of Good Hope menempati urutan ketiga dengan aliran minyak sebesar 9,1 juta barel per hari, mewakili 11,4 persen dari total perdagangan minyak global.
4. Selat Denmark
Selat Denmark berada di peringkat keempat dengan volume 4,9 juta barel per hari. Jalur ini menyumbang 6,1 persen terhadap perdagangan minyak dunia.
5. Terusan Suez dan SUMED
Terusan Suez beserta SUMED mencatat volume yang sama dengan Selat Denmark, yakni 4,9 juta barel per hari atau setara dengan 6,1 persen perdagangan minyak global.
6. Bab el-Mandeb
Bab el-Mandeb menempati posisi keenam dengan volume lalu lintas minyak sebesar 4,2 juta barel per hari, berkontribusi sebesar 5,3 persen terhadap perdagangan minyak dunia.
7. Selat Dardanelles
Selat Dardanelles berada di urutan ketujuh dengan aliran minyak mencapai 3,7 juta barel per hari, mewakili 4,6 persen dari total perdagangan minyak global.
8. Terusan Panama
Terusan Panama menempati posisi terakhir dalam daftar ini dengan volume 2,3 juta barel per hari. Jalur ini berkontribusi sebesar 2,9 persen terhadap perdagangan minyak dunia.