JAKARTA – Tanggal 8 Maret selalu menyimpan jejak sejarah penting di berbagai belahan dunia, mulai dari perjuangan hak perempuan hingga peristiwa tragis yang masih menjadi misteri hingga kini.
Garuda.Tv merangkum tiga momen bersejarah yang terjadi tepat pada tanggal tersebut dan terus dikenang hingga hari ini.
1917: Lahirnya Hari Perempuan Internasional
Aksi demonstrasi massal kaum perempuan di Petrograd (kini St. Petersburg), Rusia, pada 8 Maret 1917 menjadi titik awal Revolusi Rusia. Para pekerja tekstil perempuan memulai mogok kerja dan turun ke jalan menuntut “Roti dan Perdamaian” di tengah krisis pangan, Perang Dunia I, serta kondisi kehidupan yang sulit.
Demonstrasi yang awalnya dipicu oleh peringatan Hari Perempuan Internasional itu dengan cepat meluas, melibatkan ribuan warga, dan akhirnya memaksa Tsar Nicholas II turun takhta. Peristiwa ini menandai awal perubahan besar di Rusia.
Sejak itu, tanggal 8 Maret diresmikan sebagai hari libur nasional di Soviet Rusia. Vladimir Lenin pada 1922 secara resmi menetapkannya sebagai Hari Perempuan Internasional untuk menghormati peran perempuan dalam revolusi tersebut. Peringatan ini kemudian menyebar luas di negara-negara sosialis dan komunis.
Pada 1977, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengakui 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional, yang kini diperingati secara global untuk mempromosikan kesetaraan gender, hak perempuan, dan perdamaian dunia.
1965: Peletakan Batu Pertama Gedung DPR/MPR
Pada 8 Maret 1965, pembangunan Gedung DPR/MPR resmi dimulai di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Inisiatif ini datang dari Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 1965, awalnya untuk mendukung penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO).
Gedung yang dirancang oleh arsitek Soejoedi Wirjoatmodjo ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 80.000 meter persegi yang sebelumnya merupakan wakaf dari Madrasah Islamiyah. Kompleks ini kemudian menjadi pusat kegiatan legislatif nasional, tempat berlangsungnya sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Proses pembangunan memakan waktu cukup panjang dan baru rampung pada 1 Februari 1983. Kini, gedung ikonik tersebut menjadi simbol demokrasi Indonesia di jantung ibu kota.
2014: Hilangnya Misterius Pesawat Malaysia Airlines MH370
Pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 menghilang secara misterius pada 8 Maret 2014. Boeing 777-200ER itu membawa 227 penumpang dari 15 negara serta 12 awak kabin dalam rute Kuala Lumpur menuju Beijing.
Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur sekitar tengah malam, namun kehilangan kontak dengan pengendali lalu lintas udara sekitar satu jam setelah lepas landas. Kontak suara terakhir terjadi pukul 01.19 waktu setempat, dan radar sipil kehilangan jejak pada pukul 01.22.
Investigasi menunjukkan pesawat berbelok arah tajam, melintasi Semenanjung Malaya, dan terus terbang hingga ke Samudra Hindia bagian selatan. Upaya pencarian terbesar dalam sejarah penerbangan melibatkan banyak negara, namun hingga kini badan pesawat utama beserta 239 orang di dalamnya belum ditemukan secara utuh.
Beberapa potongan puing ditemukan di wilayah Samudra Hindia, memperkuat dugaan bahwa pesawat jatuh setelah kehabisan bahan bakar. Malaysia Airlines akhirnya menyatakan penerbangan tersebut hilang dan tidak ada korban selamat.
Penumpang terbanyak berasal dari Tiongkok sebanyak 152 orang, diikuti Malaysia 50 orang. Tujuh warga negara Indonesia juga tercatat berada di dalam pesawat tersebut.
Peristiwa-peristiwa ini mengingatkan bahwa 8 Maret bukan sekadar tanggal biasa, melainkan hari yang sarat makna sejarah, perjuangan, dan tragedi yang terus menginspirasi serta menggugah perhatian dunia.


