JAKARTA – Duka menyelimuti rombongan calon haji asal Kota Mataram. Seorang jemaah bernama Marhanah Muhamad (81), wafat di Makkah pada Jumat, (16/5/2025), setelah menunaikan ibadah umrah wajib. Almarhumah tergabung dalam Kloter 3 Embarkasi Lombok.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kota Mataram, H. Kasmi, menyampaikan bahwa almarhumah merupakan warga lingkungan Sukaraja Timur, Kecamatan Ampenan.
“Calon haji tersebut meninggal pada Jumat 16 Mei 2025 sekitar pukul 09.00 WAS (Waktu Arab Saudi) setelah melaksanakan ibadah umrah wajib,” ujar Kasmi di Mataram, Senin (19/5/2025), dilansir dari Antara.
Informasi wafatnya Marhanah diterima dari Petugas Haji Daerah Indonesia (PHDI) Kota Mataram. Jenazah almarhumah langsung disalatkan di Masjidil Haram setelah Salat Ashar, dan dimakamkan di Makkah pada hari yang sama.
Pihak keluarga telah menerima kabar duka tersebut. Sementara itu, seluruh barang pribadi almarhumah akan dibawa pulang ke Indonesia bersama rombongan Kloter 3 dan diserahkan ke keluarga setibanya di Tanah Air.
“Setelah jamaah Kloter 3 tiba di Tanah Air, barulah kami akan mengantarkan barang-barang almarhumah ke pihak keluarga,” kata Kasmi.
Sebelum wafat, Marhanah menyelesaikan ibadah umrah pada Rabu malam, 14 Mei 2025, dengan menggunakan kursi roda yang didorong oleh petugas resmi Masjidil Haram. Usai umrah, ia kembali ke hotel menggunakan Bus Shalawat. Setibanya di hotel, kondisi fisiknya menurun dan segera ditangani Tim Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di tempat menginap, Hotel Tharawa Al Rawda, Sektor 5.
Karena kondisi tidak kunjung membaik, almarhumah kemudian dirujuk ke National Hospital Arabia dan dirawat intensif di ruang ICU selama dua hari sebelum meninggal dunia.
Sementara itu, Kasmi memastikan seluruh jamaah calon haji asal Kota Mataram lainnya dalam kondisi sehat. Dengan wafatnya satu jamaah, jumlah anggota Kloter 3 berkurang dari 379 menjadi 378 orang. Secara keseluruhan, total jamaah calon haji asal Mataram musim haji 1446 H/2025 M menjadi 709 orang dari sebelumnya 710.
“Semoga tidak ada lagi kabar duka,” pungkas Kasmi.
