JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi melantik 12 pejabat eselon I Kementerian Keuangan, termasuk 11 Direktur Jenderal dan satu Kepala Badan, dalam upacara tertutup di Aula Mezzanine Kemenkeu, Jakarta, Jumat pagi (23/5/2025). Pelantikan ini menandai perombakan besar dengan sembilan posisi diisi oleh wajah-wajah baru yang diharapkan mampu membawa pembaruan bagi pengelolaan keuangan negara.
Dalam sambutannya, Sri Mulyani menegaskan kepercayaannya kepada para pejabat yang baru dilantik. “Saya Menteri Keuangan resmi melantik saudara-saudara sekalian. Saya percaya bahwa saudara-saudara sekalian akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, semoga Allah SWT YME bersama kita,” ujarnya dengan penuh harap.
Wajah Baru di Posisi Strategis
Dari 12 pejabat yang dilantik, tiga nama menarik perhatian karena diisi oleh figur di luar lingkaran karier Kemenkeu. Salah satunya adalah Bimo Wijayanto, yang kini menjabat sebagai Dirjen Pajak menggantikan Suryo Utomo. Bimo, yang merupakan pilihan langsung Presiden Prabowo Subianto, diharapkan mampu menggenjot penerimaan pajak di tengah tantangan ekonomi global.
Sementara itu, posisi Dirjen Bea dan Cukai kini dipegang oleh Letjen TNI Djaka Budi Utama, menggantikan Askolani. Kedatangan Djaka disambut hangat oleh Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Heru Pambudi, dan bahkan diiringi karangan bunga ucapan selamat dari Reza Tanjung yang bertuliskan, “Selamat & sukses atas pelantikannya kepada Letnan Jenderal Djaka Budi Utama menjadi Dirjen Bea dan Cukai.”
Nama lain yang mencuri perhatian adalah Masyita Crystallin, yang turut dilantik dalam jajaran baru ini. Kehadiran figur-figur ini menandakan langkah strategis untuk memperkuat reformasi birokrasi di Kemenkeu, sekaligus menjawab dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
Misi Besar di Depan Mata
Perombakan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkuat pengelolaan keuangan negara. Dengan tantangan seperti penerimaan pajak yang menjadi sorotan utama, para Dirjen baru ini dihadapkan pada tugas berat untuk memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 berjalan optimal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pelantikan ini juga mencerminkan komitmen Sri Mulyani untuk menghadirkan kepemimpinan yang dinamis dan inovatif. “Reformasi birokrasi adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman. Kami butuh pemimpin yang tidak hanya kompeten, tapi juga visioner,” kata sumber internal Kemenkeu yang tidak ingin disebutkan namanya.
Sorotan Publik dan Harapan ke Depan
Pelantikan ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama di platform X, di mana netizen ramai mengomentari langkah strategis Sri Mulyani. Banyak yang optimistis bahwa wajah-wajah baru ini akan membawa perubahan positif, meski sebagian lainnya mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan negara.
Dengan komposisi baru ini, Kemenkeu diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi global, termasuk dampak kebijakan tarif perdagangan dari Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump, yang sebelumnya telah menjadi perhatian Sri Mulyani. Langkah para pejabat baru ini akan diawasi ketat, baik oleh publik maupun pelaku pasar, untuk memastikan keuangan Indonesia tetap kokoh di tengah ketidakpastian global.
Daftar Pejabat yang Dilantik
Meski daftar lengkap nama-nama pejabat belum dirilis secara resmi, beberapa nama yang dikonfirmasi meliputi:
- Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto
- Dirjen Bea dan Cukai, Letjen TNI Djaka Budi Utama
- Masyita Crystallin – Salah satu Dirjen baru
