MUENCHEN — Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya meraih impian yang telah lama dinanti: menjadi juara Liga Champions. Dalam final yang digelar di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB, raksasa Ligue 1 itu tampil perkasa dan menaklukkan Inter Milan dengan skor telak 5-0.
Kemenangan ini menandai gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub, sejak diambil alih Qatar Sports Investments pada 2011. Selama lebih dari satu dekade, PSG mendominasi kompetisi domestik, namun selalu gagal meraih supremasi di Eropa meski telah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan bintang-bintang dunia.
PSG sempat mengandalkan trio megabintang — Kylian Mbappe, Lionel Messi, dan Neymar — namun keberadaan mereka belum cukup membawa klub ke tangga juara Liga Champions. Ironisnya, justru setelah era para bintang itu berakhir, PSG mampu mengangkat trofi bergengsi ini.
Mbappe Beri Ucapan Tulus
Kylian Mbappe, yang baru saja hengkang ke Real Madrid pada akhir musim lalu, turut menyampaikan ucapan selamat kepada mantan klubnya melalui Instagram.
“Hari besar akhirnya datang. Kemenangan dan dengan gaya klub. Selamat, PSG!” tulis Mbappe.
Kepindahan Mbappe ke Real Madrid sempat disebut sebagai langkah untuk mewujudkan ambisinya merebut Liga Champions. Namun, justru PSG yang lebih dulu meraihnya setelah kepergian sang bintang.
PSG Amankan Treble
Kemenangan di final ini melengkapi musim gemilang PSG yang meraih treble winner — gelar domestik dan Liga Champions — di bawah asuhan pelatih Luis Enrique.
Pada partai puncak, Inter Milan turun dengan kekuatan penuh, termasuk duet penyerang Lautaro Martinez dan Marcus Thuram. Namun mereka kesulitan menghadapi tekanan tinggi PSG sejak awal laga.
Achraf Hakimi membuka keunggulan pada menit ke-12, diikuti gol dari Desire Doue pada menit ke-20. Babak pertama ditutup dengan skor 2-0.
Memasuki babak kedua, PSG semakin mendominasi. Doue mencetak gol keduanya pada menit ke-63, disusul Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-73. Senny Mayulu menutup pesta PSG dengan gol kelima di menit ke-86.
Secara keseluruhan, PSG menunjukkan dominasi mutlak baik dari segi permainan maupun efektivitas serangan, sementara Inter harus menutup musim 2024/2025 tanpa gelar.