JEDDAH, ARAB SAUDI – Presiden Prabowo Subianto, memulai lawatan kenegaraan ke Arab Saudi dengan tiba di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Selasa (1/7), sekitar pukul 21.12 waktu setempat.
Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan diplomatik kedua negara, khususnya dalam sektor haji dan perlindungan WNI.
Setibanya di Jeddah, Presiden Prabowo disambut hangat oleh jajaran pejabat tinggi Arab Saudi.
Tampak hadir Wakil Gubernur Mekkah Pangeran Saud Bin Mis’al Bin Abdul Aziz Al Saud, Walikota Jeddah, dan Duta Besar RI untuk Arab Saudi.
Selain itu, Atase Pertahanan KBRI Riyadh serta sejumlah menteri yang turut mendampingi Prabowo juga menyambut di lokasi.
Setelah seremonial penyambutan resmi, Presiden melanjutkan perjalanan ke hotel tempatnya menginap.
Di sana, atmosfer kehangatan begitu terasa ketika diaspora Indonesia, termasuk mahasiswa, komunitas WNI, dan jajaran pejabat Indonesia di Jeddah, menyambut dengan antusias.
Kunjungan kenegaraan ini mengemban misi penting, termasuk penguatan kerja sama penyelenggaraan ibadah haji, peningkatan perlindungan terhadap jemaah dan WNI di Arab Saudi, serta pembahasan peluang investasi strategis di berbagai sektor antara kedua negara.

Pejabat Indonesia yang turut menyambut di hotel antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi Rosan P. Roeslani, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar.
Lalu Kepala BPH KH. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Konsul Jenderal RI di Jeddah, dan Deputy Chief of Mission KBRI Riyadh.
Kunjungan ini juga menjadi simbol komitmen Presiden Prabowo dalam merespons langsung berbagai isu strategis, termasuk layanan haji dan keamanan jemaah, yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
“Kami menyambut dengan penuh rasa hormat dan persaudaraan,” ujar Wakil Gubernur Mekkah, menyambut Presiden RI di bandara.
Dengan rekam jejak Prabowo yang kuat dalam diplomasi pertahanan dan strategi internasional, kunjungan ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra utama di kawasan Timur Tengah, serta membuka peluang baru dalam kerja sama regional, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun kebudayaan.***