DENPASAR – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Bali terus berupaya mencari korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali. Insiden tragis ini terjadi pada Minggu malam (29/6/2025) di dekat Pelabuhan Gilimanuk. Namun, operasi pencarian terkendala oleh kondisi cuaca buruk dengan ombak setinggi hingga 2,5 meter yang menghambat tim penyelamat.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan bahwa timnya telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mencari korban. “Kami tetap berupaya maksimal meskipun kondisi laut sangat menantang. Ombak besar dan arus yang kuat menjadi kendala utama dalam operasi ini,” ujar Sidakarya, seperti dikutip dari pernyataan resminya, Senin (30/6/2025).
Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya
Kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali, dilaporkan mengalami kebocoran hebat akibat cuaca ekstrem. Kapal yang mengangkut puluhan penumpang dan kendaraan ini kemudian kehilangan keseimbangan dan tenggelam di perairan Selat Bali. Hingga kini, data pasti jumlah penumpang masih dalam proses verifikasi, tetapi diperkirakan terdapat puluhan korban, termasuk yang selamat dan hilang.
Tim Basarnas Bali, bersama TNI, Polri, dan relawan setempat, langsung bergerak ke lokasi kejadian begitu menerima laporan. Namun, gelombang tinggi dan angin kencang mempersulit upaya evakuasi. “Kami tetap berupaya maksimal meskipun kondisi laut sangat menantang,” tambah Sidakarya.
Upaya Pencarian dan Tantangan di Lapangan
Menurut laporan, Basarnas mengerahkan kapal patroli, perahu karet, dan drone laut untuk menyisir area kejadian. Namun, ombak setinggi 2,5 meter dan arus laut yang kuat membuat jarak pandang terbatas dan membahayakan keselamatan tim penyelamat. Selain itu, cuaca buruk juga menghambat koordinasi antar-tim di lapangan.
Hingga Senin sore, sejumlah korban selamat telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat. Namun, beberapa penumpang masih dinyatakan hilang, dan operasi pencarian terus dilakukan dengan harapan menemukan mereka dalam kondisi selamat.
Peringatan Cuaca Ekstrem di Selat Bali
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di wilayah Selat Bali. Gelombang tinggi dan angin kencang diprediksi akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, menambah kompleksitas operasi penyelamatan.
Masyarakat dan operator pelayaran diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi peringatan cuaca guna mencegah insiden serupa. “Kami menghimbau agar seluruh pihak yang beraktivitas di laut memperhatikan informasi cuaca dari BMKG,” ujar Sidakarya.
Pemerintah Daerah Turut Beri Dukungan
Pemerintah Provinsi Bali dan Jawa Timur turut memberikan dukungan logistik dan personel untuk membantu operasi pencarian. Fasilitas kesehatan darurat juga disiagakan di sekitar Pelabuhan Gilimanuk untuk menangani korban yang berhasil dievakuasi.