BRASILIA – Setelah menghadiri pertemuan para pemimpin negara BRICS di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Presiden Prabowo Subianto langsung bertolak menuju ibu kota Brasil, Brasilia, pada Senin (7/7) waktu setempat.
Kunjungan ini menandai langkah lanjutan diplomasi Indonesia di kawasan Amerika Selatan, sekaligus memperluas jangkauan kerja sama lintas benua.
Presiden Prabowo meninggalkan Galeão Air Base di Rio de Janeiro sekitar pukul 13.50, menggunakan pesawat kenegaraan bersama rombongan terbatas.
Agenda kenegaraan ini menjadi bagian dari rangkaian lawatan luar negeri Presiden Prabowo setelah keikutsertaannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17.
Dalam forum BRICS yang berlangsung selama dua hari, para kepala negara berdiskusi intens mengenai berbagai isu global seperti ketahanan pangan, sistem kesehatan dunia, dampak perubahan iklim, serta posisi dan peran negara-negara berkembang—yang dikenal sebagai Global South—dalam perombakan tata kelola global yang lebih inklusif.
Pertemuan Bilateral: Indonesia dan Brasil Jajaki Kolaborasi Ekonomi
Setibanya di Brasilia, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan resmi dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
Diskusi kedua kepala negara akan difokuskan pada peningkatan kemitraan ekonomi strategis, perluasan investasi lintas sektor, serta penjajakan kerja sama antarnegara berkembang di kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan.
“Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi, investasi, serta hubungan antarnegara di kawasan Amerika Selatan dan Asia Tenggara,” demikian keterangan resmi dari pihak Istana Kepresidenan.
Diplomasi ini diharapkan mendorong pembentukan kerangka kerja sama baru yang mampu menjawab tantangan global sekaligus membuka peluang ekonomi antara dua negara yang sama-sama tergabung dalam G20.***