Hujan deras yang terjadi terus-menerus telah menyebabkan banjir besar dan genangan air yang parah di Bangladesh, dengan otoritas setempat memperingatkan risiko lanjutan akibat meningkatnya permukaan sungai dan kondisi tanggul yang tidak stabil. Di Distrik Feni Bangladesh, sejumlah wilayah utama kota terendam banjir setelah tercatat curah hujan sebanyak 347 milimeter dalam 24 jam terakhir—tertinggi sepanjang musim ini, seperti yang terlihat dalam rekaman video.
Pejabat setempat memperingatkan bahwa peningkatan permukaan air yang tidak normal bisa menyebabkan banjir susulan, terutama di daerah-daerah rendah seperti Fulgazi, Parashuram, dan Sonagazi. Tanggul-tanggul di distrik tersebut dinyatakan dalam kondisi ‘berisiko’, dan warga diminta untuk tetap waspada.
Di Dhaka, pengemudi becak dan bajaj (CNG) dilaporkan menaikkan tarif secara signifikan, sementara kemacetan lalu lintas dan genangan air membuat banyak orang tidak bisa pulang ke rumah setelah jam kerja.
Bangladesh, negara dataran rendah dengan bentang alam delta, merupakan salah satu wilayah paling rawan banjir di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, banjir perkotaan di Dhaka makin parah akibat urbanisasi yang pesat, sistem drainase yang tidak memadai, dan curah hujan muson yang semakin ekstrem.
