JAKARTA – Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkanik intensif dengan mengeluarkan kolom abu setinggi sekitar 1200 meter dari puncaknya pada Minggu pagi, 13 Juli 2025.
Berdasarkan laporan resmi, kolom letusan membumbung hingga mencapai ketinggian 2.287 meter di atas permukaan laut, menyemburkan material vulkanik ke udara dengan intensitas tinggi ke arah timur.
Fenomena letusan ini terekam pada pukul 08.17 WIT dan masih berlangsung saat laporan disampaikan. Abu letusan tampak berwarna putih hingga kelabu, dengan kepadatan tebal yang menandakan tekanan kuat dari dalam kawah.
“Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” ujar Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono, dalam keterangan resminya.
Gunung Dukono saat ini berada pada status Level II atau Waspada, yang artinya terdapat potensi letusan yang dapat membahayakan masyarakat sekitar.
Pemerintah melalui otoritas vulkanologi meminta warga, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang demi keselamatan.
Ancaman Abu Vulkanik
Aktivitas erupsi Gunung Dukono tergolong periodik, dengan penyebaran abu yang sangat tergantung pada arah serta kecepatan angin.
Oleh karena itu, wilayah terdampak abu bisa berubah-ubah setiap saat, menambah tingkat kerawanan di sekitar kawasan tersebut.
Masyarakat diminta untuk lebih waspada, terutama dalam mempersiapkan perlindungan diri dari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat terjadi sebaran abu,” tegas Bambang Sugiono.
Dinas terkait juga telah meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat pos pemantauan serta memperbarui data secara berkala guna memberikan informasi cepat dan akurat kepada masyarakat.
Penggunaan masker menjadi langkah paling minimal namun vital dalam mengurangi dampak kesehatan dari partikel halus yang terbawa dalam abu letusan.
Kesiapsiagaan Warga dan Pemantauan Berkala
Sebagai salah satu gunung api aktif yang paling sering meletus di Indonesia, Gunung Dukono terus menjadi fokus pemantauan karena potensi bahayanya yang bisa meningkat sewaktu-waktu. Warga diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Dengan status Waspada yang masih berlaku, kegiatan masyarakat yang bersinggungan langsung dengan kawasan gunung api diharapkan untuk sementara ditangguhkan.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak BNPB dan BPBD setempat untuk menyiapkan langkah-langkah evakuasi jika kondisi memburuk.***