JAKARTA – Kobaran api melahap permukiman padat penduduk di Jalan Tegal Amba, Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu (16/7/2025) sore. Insiden ini memicu kepanikan warga sekitar, dengan asap tebal membumbung tinggi dan api yang terus merambat cepat.
Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dengan puluhan personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah yang mengancam kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan dari Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
“Objek, Rumah tinggal. Jenis bangunan. Bangunan rendah (BR),” demikian keterangan resmi Command Center Jakarta, seperti dikutip dari Okezone, Rabu (16/7/2025).
Petugas damkar langsung bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Sebanyak 70 personel turun tangan, berjibaku memadamkan api yang diduga dipicu oleh korsleting listrik, meskipun penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Proses pemadaman berlangsung dramatis, dengan api yang sulit dikendalikan akibat banyaknya material mudah terbakar di permukiman padat tersebut.
Evakuasi Berlangsung Cepat
Kebakaran ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga, terutama karena lokasinya berada di kawasan permukiman yang rapat. Beberapa warga berupaya memadamkan api secara mandiri sebelum petugas tiba, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kobaran api yang terus membesar. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka, tetapi petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan dampak kejadian.
“Petugas tiba pukul 16.35 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Saat ini proses pendinginan sedang dilakukan untuk mencegah api menyala kembali,” ujar seorang petugas damkar di lokasi kejadian.
Kawasan Duren Sawit memang kerap menjadi langganan kebakaran. Pada Februari 2025, kebakaran hebat di Jalan Tegal Amba juga menghanguskan sekitar 30 rumah, diduga akibat petasan. Selain itu, kebakaran di Rusun Klender pada 12 Juli 2025 menewaskan seorang lansia perempuan, menambah daftar insiden serupa di wilayah ini. Faktor permukiman padat dan instalasi listrik yang kurang memadai sering disebut sebagai pemicu utama.
Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menyoroti masalah mendasar di balik maraknya kebakaran di Jakarta. “Permukiman padat, kabel listrik yang tidak standar, dan kurangnya kesadaran warga akan bahaya kebakaran menjadi tantangan besar,” ujarnya.
Upaya Pemadaman dan Langkah Pencegahan
Dinas Gulkarmat DKI Jakarta terus berupaya memaksimalkan penanganan kebakaran dengan mengerahkan peralatan dan personel terbaik. Namun, kejadian berulang ini menegaskan perlunya langkah pencegahan yang lebih konkret. Kemendagri bahkan mendorong pembentukan relawan pemadam kebakaran di setiap RT untuk mempercepat respons awal.
Sementara itu, warga diimbau untuk selalu memeriksa instalasi listrik, menghindari penggunaan alat elektronik yang berisiko, dan melapor secepatnya jika melihat tanda-tanda kebakaran. Musim kering yang sedang berlangsung juga meningkatkan risiko, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Kerugian material belum dapat dipastikan, tetapi kebakaran ini diperkirakan berdampak pada puluhan keluarga yang tinggal di kawasan tersebut. Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan dan solusi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Kebakaran di Duren Sawit ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di ibu kota. Pemerintah dan masyarakat perlu bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tahan terhadap ancaman kebakaran.