JAKARTA – Fabio Quartararo mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Yamaha sedikit mengalami ketegangan, menyusul kekecewaannya terhadap kurangnya kemajuan yang terlihat pada YZR-M1 untuk musim 2025. Pembalap asal Prancis tersebut, yang sukses meraih gelar juara dunia pada 2021, mengakui bahwa performa mesin yang buruk telah menyebabkan penurunan posisinya di papan klasmen.
Setelah keputusan Yamaha untuk mempertahankan Quartararo dengan kontrak baru selama dua tahun pada 2024, terutama dengan kedatangan Direktur Teknis Max Bartolini, pembalap berusia 24 tahun ini sempat menunjukkan harapan akan kemajuan. Namun, meskipun ada beberapa tanda positif, seperti empat pole position dan dua podium di Sprint Race serta Grand Prix tahun ini, Quartararo mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap perkembangan yang dirasakan masih belum memadai.
Masa depannya bersama Yamaha setelah 2026 akan bergantung pada peluncuran mesin V4 yang baru-baru ini diklaim oleh bos tim Paolo Pavesio akan debut tahun depan. Namun, Quartararo tidak terlalu terkesan dengan klaim tersebut.
“Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan,” kata Quartararo, merujuk pada komentar Pavesio mengenai pengenalan mesin V4. “Saya rasa dia tidak terlalu tertarik pada sisi teknis. Tapi kenyataannya, mereka tahu apa yang perlu mereka lakukan untuk mempertahankan saya. Sejujurnya, saya tidak peduli apakah itu V4 atau bukan—yang penting bagi saya adalah motor yang kompetitif tahun depan.”
Meskipun ada umpan balik yang positif terkait dengan V4, Quartararo menggarisbawahi bahwa waktu putaran yang lambat menjadi masalah utama. “Perasaan dengan motor bisa bagus, tetapi waktu putaran lebih penting,” tegasnya, dilansir dari Crash, Kamis (17/7/2025).
Di sisi lain, Quartararo menikmati akhir pekan yang cukup solid di Grand Prix Jerman, dengan finis ketiga di sprint basah dan keempat di balapan utama. Namun, ia tidak bisa menutupi kekecewaannya terhadap performa Yamaha-nya yang buruk saat kondisi kering.
Dengan ketegangan yang semakin meningkat terkait perkembangan YZR-M1 dan masa depannya bersama Yamaha, keputusan Yamaha untuk segera melakukan perubahan signifikan tampaknya menjadi kunci untuk mempertahankan Quartararo di tim.
