JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat strategi pencegahan radikalisme dan terorisme melalui pendekatan kolaboratif lintas kementerian dan lembaga. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI di Jakarta.
Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono memaparkan langkah-langkah sinergi untuk mengoptimalkan upaya penanggulangan terorisme di Tanah Air.
Eddy Hartono menegaskan bahwa BNPT menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak, termasuk Polri, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), hingga Kejaksaan.
“Kami sinergikan program-program BNPT dengan program-program kementerian lain, begitu juga dengan anggaran. BNPT akan terus bekerjasama sehingga upaya pencegahan terorisme berjalan dengan maksimal,” ujarnya.
Pendekatan kolaboratif ini terwujud dalam sejumlah program strategis, seperti Kesiapsiagaan Nasional, Kontra Radikalisasi, dan penguatan Deradikalisasi. BNPT juga aktif dalam Satgas Kontra Radikalisasi serta Tim Koordinasi Pelaksanaan Deradikalisasi.
“Kami juga memiliki Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) yang melibatkan seluruh stakeholder,” tambahnya.
BNPT: Garda Terdepan Melawan Terorisme
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, memuji peran BNPT sebagai ujung tombak dalam memerangi ancaman terorisme.
“BNPT dapat dikatakan garda republik/panglima perang dalam melawan terorisme,” ungkapnya
Sementara itu, Anggota Komisi XIII dari Fraksi Gerindra, Yan Parmenas Mandenas mengingatkan pentingnya menjaga kewaspadaan terhadap ancaman terorisme yang terus mengintai.
“Saya berharap kita tetap waspada, bukan berarti teror ini sudah terputus mata rantainya. Saya berharap selain sinergitas yang terus dilakukan dengan TNI, Polri, dan APH lainnya, selalu ada sinergi yang dilakukan ke depannya karena ancaman ke depan masih selalu ada,” tegasnya.
Langkah Konkret BNPT dalam Pencegahan Terorisme
BNPT tidak hanya bekerja sama dengan aparat penegak hukum seperti Densus 88 Antiteror, tetapi juga melibatkan kementerian seperti Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pencegahan penyebaran paham radikal, deradikalisasi, hingga edukasi masyarakat untuk memperkuat ketahanan ideologi.
Dengan pendekatan yang terkoordinasi dan melibatkan berbagai pihak, BNPT berupaya memutus rantai radikalisme dan ekstremisme di Indonesia. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai bagi masyarakat.
Sinergi untuk Masa Depan yang Lebih Aman
Rapat bersama DPR ini menunjukkan komitmen BNPT untuk terus meningkatkan efektivitas program pencegahan terorisme. Dengan mengedepankan kerja sama lintas sektor.
BNPT optimistis dapat menghadapi tantangan ancaman terorisme yang terus berkembang. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keamanan nasional.
