GAZA, PALESTINA – Tentara Israel dilaporkan menembak rekan sendiri di Jalur Gaza untuk mencegah penculikan oleh pejuang Hamas. Tindakan ini disebut sebagai bagian dari penerapan “Protokol Hannibal” yang kontroversial.
Abu Ubaida, juru bicara Brigade Izzuddin Al Qassam, sayap militer Hamas, melalui pernyataan video mengungkapkan bahwa fokus serangan mereka adalah menculik sebanyak mungkin tentara Israel di Gaza.
Namun, upaya ini kerap digagalkan karena pasukan Israel langsung menembaki rekan mereka sendiri yang dicurigai akan diculik.
“Para pejuang kami telah mencoba dalam beberapa pekan terakhir, melakukan beberapa operasi penculikan yang menargetkan tentara Zionis, beberapa di antaranya hampir berhasil karena penggunaan taktik pembunuhan massal oleh musuh terhadap tentara yang dicurigai diculik,” ujar Abu Ubaida, dikutip dari Anadolu, Sabtu (19/8/2025).
Protokol Hannibal: Keputusan Kontroversial di Medan Perang
“Protokol Hannibal” menjadi sorotan dalam laporan ini. Kebijakan ini memungkinkan militer Israel untuk menembaki posisi rekan mereka sendiri, meski berisiko menewaskan mereka, demi mencegah penculikan oleh musuh.
Praktik ini menggambarkan situasi darurat yang dihadapi pasukan Israel di Gaza, di mana ancaman penculikan oleh Hamas menjadi ketakutan utama. Namun, kebijakan ini juga memicu kritik karena mengorbankan nyawa tentara demi tujuan strategis.
Situasi Memanas di Gaza
Jalur Gaza terus menjadi medan pertempuran sengit. Dalam sebulan terakhir, banyak tentara Israel dilaporkan tewas atau terluka akibat operasi militer yang intens.
Brigade Izzuddin Al Qassam mengklaim telah menggunakan taktik baru untuk mengejutkan pasukan Israel, termasuk penyergapan dan serangan mendadak.
Sementara itu, laporan dari lapangan menunjukkan bahwa tekanan psikologis dan kelelahan menjadi tantangan besar bagi tentara Israel, memperburuk situasi di medan perang.
Dampak Psikologis dan Krisis Kemanusiaan
Konflik berkepanjangan ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan luka psikologis mendalam bagi para prajurit.
Data terbaru menunjukkan peningkatan kasus bunuh diri di kalangan tentara Israel, yang diduga dipicu oleh trauma perang dan tekanan mental.
Sementara itu, warga sipil di Gaza juga terus menjadi korban, dengan laporan kematian dan kehancuran infrastruktur yang semakin parah.
Perang di Gaza tidak hanya menguji ketahanan militer, tetapi juga menyoroti dilema moral dan strategis dalam konflik bersenjata.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda gencatan senjata yang jelas, meninggalkan Jalur Gaza dalam ketidakpastian yang mencekam.