SOLO — Kaesang Pangarep akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025–2030 setelah meraih kemenangan telak dalam Pemilu Raya internal partai.
Dalam pidato politik perdananya, ia mengusung semangat perubahan dan kebangkitan menuju Pemilu 2029, dengan janji membawa PSI menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan.
“Izinkan saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dan kader PSI.”
“Karena saya belum berhasil membawa PSI menembus Senayan pada Pemilu 2024,” kata Kaesang usai diumumkan menjadi Ketum PSI di Kongres Nasional yang diselenggarakan di Graha Saba Buana, Solo Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025).
Meski gagal lolos ke Senayan pada 2024, Kaesang menegaskan perjuangan belum berakhir.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa PSI akan bangkit dan menjelma sebagai kekuatan besar dalam pesta demokrasi mendatang.
“Tapi perjuangan kita belum selesai, ingatlah baik-baik: tahun 2029, kita akan kembali. Kita akan menjadi partai yang diperhitungkan, dan kita akan hadir sebagai kekuatan politik,” ujarnya.
Komitmen Demokrasi dan Budaya Politik Baru
Dalam pidatonya, Kaesang memuji tingginya partisipasi dalam Pemilu Raya PSI yang mencapai 84 persen.
Ia juga menyoroti pentingnya menerapkan budaya demokrasi yang sehat melalui prinsip satu anggota, satu suara, sebagai pondasi organisasi yang partisipatif.
“Saya juga menyadari masih banyak kurangnya, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Tapi setidaknya kita sudah berani memulai, memulai budaya politik yang baru, one man, one vote, satu anggota, satu suara,” ucapnya.
Kaesang keluar sebagai pemenang dengan perolehan 65,28 persen suara atau 102.868 suara.
Ia unggul jauh atas dua pesaingnya, Ronald A. Sinaga (Bro Ron) yang meraih 22,23 persen dan Agus Mulyono Herlambang dengan 12,49 persen dari total DPT 157.579 pemilih.
Soliditas Internal dan Optimisme Politik
Tak hanya bicara soal strategi politik, Kaesang menunjukkan gestur simbolis rekonsiliasi dengan mengajak dua pesaingnya naik ke atas panggung bersama.
Hal ini menjadi penanda bahwa PSI tetap solid dan tak terpecah usai pemilihan.
Kaesang juga mengapresiasi kerja keras para kader dalam Pemilu 2024 yang dinilainya berhasil meningkatkan jumlah kursi legislatif di tingkat daerah secara signifikan.
Ia mengingatkan bahwa kali ini dirinya memiliki waktu lebih panjang untuk membawa PSI menuju transformasi nyata.
“Kalau dulu saya hanya punya tiga bulan, sekarang saya punya empat tahun. Percaya, percaya sama saya,” ujarnya bertanya kepada para kader yang disambut dengan kata ‘percaya’ dengan semangat.
Dengan optimisme tinggi dan strategi pembaruan internal, Kaesang menargetkan PSI menjadi partai papan atas yang mampu bersaing secara nasional pada Pemilu 2029.***