JAKARTA – Ruben Onsu kembali menarik perhatian publik, bukan karena urusan hiburan, melainkan sikap empati yang ia tunjukkan saat menghadiri pemakaman mendiang Hendrik Lo, ayah dari mantan istrinya, Sarwendah.
Kendati tengah berada di Bali untuk urusan pekerjaan, Ruben tetap menyempatkan diri pulang ke Jakarta demi memberi penghormatan terakhir kepada ayah mantan mertua yang ia panggil akrab dengan sebutan “Yeye”.
Kehadiran Ruben di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Minggu dini hari (20/7/2025), menjadi bukti eratnya hubungan emosional yang masih terjaga dengan keluarga Sarwendah.
Dalam unggahan Instagram Story, Ruben membagikan momen saat ia melangkah masuk ke rumah duka dengan wajah tegar namun mata berkaca-kaca.
Sesaat setelah tiba, ia langsung memeluk Denis, adik bungsu Sarwendah, dalam pelukan yang sarat haru.
Tangis Ruben pecah ketika berdiri di hadapan jenazah Hendrik Lo. Ia beberapa kali menyentuh peti jenazah sambil berdoa dalam diam, sebuah gestur tulus dari sosok yang pernah menjadi bagian keluarga almarhum.
Momen ini seketika menjadi sorotan warganet yang menilai sikap Ruben sebagai bentuk kedewasaan dan penghormatan yang mendalam terhadap mantan keluarga besarnya.
Melalui Instagram, Ruben menjelaskan alasan keterlambatannya hadir di rumah duka.
“Di sini saya jelaskan, kalau kemarin saya menerima kabar almarhum Yeye tidak ada, posisi saya sedang bekerja di Bali dan saya menerima kabar dari Onyo,”
tulis Ruben dalam keterangan unggahannya, Minggu (20/7/2025), dikutip dari detikcom.
Begitu mendapat kabar duka, Ruben segera mengupayakan penerbangan tercepat ke Jakarta. Namun, keterbatasan tiket dan delay penerbangan membuatnya baru bisa mendarat di Ibu Kota menjelang tengah malam.
“Lalu saya meminta tim untuk dicarikan tiket lebih cepat pulangnya karena keberangkatan saya ke Bali PP (pulang-pergi), tapi tidak dapat tiket untuk dimajukan jamnya.”
“Pesawat kepulangan saya jam 21.30 WITA dan delay menjadi 22.30 WITA, saya tiba di Jakarta jam 23.30 WIB.”
“Saya taruh barang-barang dulu, lalu ke rumah duka jam 00.45 WIB. Di sana saya bertemu dengan Denis, anak Yeye yang paling bontot,” lanjut Ruben dalam penjelasannya.
Kepergian Hendrik Lo memang menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi Sarwendah dan keluarga, tetapi juga bagi orang-orang yang pernah menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Tindakan Ruben hadir di tengah malam menunjukkan bahwa hubungan keluarga, meski tidak lagi terikat status hukum, tetap hidup dalam kenangan dan hati yang tulus.***