Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di China tidak hanya diisi dengan kembang api tradisional, tetapi juga kilatan sensor dan sirkuit canggih. Raksasa teknologi China memanfaatkan Spring Festival Gala—acara televisi paling banyak ditonton di dunia—sebagai panggung raksasa untuk mendemonstrasikan dominasi mutlak mereka dalam bidang Kecerdasan Buatan (AI) dan robotika.
Kung Fu Robotik yang Mengguncang Panggung
Empat pionir robotika—Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab—mencuri perhatian jutaan pasang mata saat robot-robot humanoid mereka tampil lincah. Unitree bahkan mencetak sejarah dengan menampilkan pertunjukan seni bela diri kelompok robot otonom penuh pertama di dunia.
Robot humanoid model G1 dan H2 milik mereka memamerkan aksi ekstrem: mulai dari lompatan melewati meja, salto udara setinggi tiga meter, hingga berlari dengan kecepatan empat meter per detik. Di segmen lain, robot MagicLab melakukan tarian sinkron yang sempurna, sementara robot Noetix bahkan terlibat dalam sketsa komedi bersama aktor manusia.
Gempuran Model AI: Era “Agentic” Dimulai
Sembari robot-robot beraksi di layar kaca, persaingan di balik layar komputer tak kalah panas. Raksasa teknologi meluncurkan “senjata” terbaru mereka:
-
Alibaba merilis Qwen 3.5, sebuah model raksasa dengan 397 miliar parameter yang dirancang khusus untuk era AI Agentic—AI yang mampu bekerja otonom tanpa bantuan manusia.
-
ByteDance memperkenalkan Doubao 2.0 dan Seedance 2.0, teknologi generasi video yang mampu mensinkronkan audio dan visual secara alami (native).
Data firma riset Omdia menunjukkan betapa mengerikannya dominasi ini: China menyumbang 90% dari pengiriman robot humanoid global tahun lalu. Penjualan ini diprediksi akan melonjak dua kali lipat menjadi 28.000 unit pada tahun 2026.
Aspirasi Global dan Pengakuan Elon Musk
Analis teknologi Poe Zhao menyebut fenomena ini sebagai narasi kekuatan China yang lengkap: perpaduan keahlian AI, rantai pasokan perangkat keras yang tangguh, dan ambisi manufaktur kelas dunia.
Bahkan Elon Musk, bos Tesla yang tengah mengembangkan robot Optimus, mengakui ancaman serius ini. Ia memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan China adalah pesaing terberatnya. “Orang-orang di luar sana sering meremehkan China,” kata Musk, “tetapi China itu luar biasa hebatnya.”
Dengan rencana IPO dari pemain besar seperti AgiBot dan Unitree tahun ini, Tahun Kuda 2026 tampaknya akan menjadi garis start bagi China untuk berlari kencang meninggalkan para pesaing globalnya.