JAKARTA – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menunjukkan kesiapan dan kapabilitasnya dalam operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) dengan berpartisipasi pada ajang Indonesia International Search and Rescue (IISAR) Exhibition, Forum and Challenge 2026 yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Kamis (9/7/2026).
Keikutsertaan TNI AU dalam forum SAR internasional yang diikuti delegasi dari 28 negara tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan berbagai teknologi dan peralatan andalan yang selama ini digunakan dalam mendukung misi kemanusiaan dan operasi penyelamatan di berbagai wilayah Indonesia.
Mewakili Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasau Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo menghadiri pembukaan kegiatan yang mempertemukan praktisi SAR, unsur militer, lembaga pemerintah, hingga industri pertahanan dari berbagai negara.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) **Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana** menegaskan bahwa partisipasi TNI AU pada IISAR 2026 merupakan bagian dari komitmen institusinya dalam memperkuat kemampuan operasi pencarian dan pertolongan melalui pemanfaatan teknologi modern serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Keikutsertaan TNI AU pada IISAR 2026 menjadi wujud komitmen dalam memperkuat kapasitas operasi pencarian dan pertolongan melalui kolaborasi, pengembangan teknologi, serta peningkatan profesionalisme personel,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.
Pamerkan Teknologi SAR Modern
Dalam pameran tersebut, TNI AU menghadirkan beragam perangkat yang menjadi tulang punggung operasi SAR, mulai dari drone, perlengkapan SAR milik Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), Cargo Delivery System (CDS), hingga Helibox.
Seluruh peralatan tersebut dirancang untuk mendukung efektivitas operasi penyelamatan, baik dalam kondisi bencana alam maupun situasi darurat lainnya yang membutuhkan respons cepat.
Booth TNI AU menjadi salah satu titik yang menarik perhatian pengunjung. Banyak peserta dan delegasi internasional mengamati secara langsung kemampuan teknologi serta sistem pendukung operasi yang dimiliki TNI AU dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Menurut Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, kehadiran berbagai perangkat tersebut menunjukkan kesiapan TNI AU untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin berperan penting dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
“Pada pameran tersebut, TNI AU menampilkan berbagai kapabilitas Search and Rescue (SAR), mulai dari drone, peralatan SAR Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), Cargo Delivery System (CDS), hingga Helibox,” ujar Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.
Forum Internasional Perkuat Kolaborasi SAR
Tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi, IISAR 2026 juga menjadi wadah bertukar pengalaman dan memperkuat kerja sama internasional di bidang pencarian dan penyelamatan.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai forum diskusi yang membahas pengembangan teknologi SAR, strategi penanganan bencana, hingga penguatan koordinasi lintas negara dalam menghadapi situasi darurat berskala besar.
Sebanyak 28 negara ambil bagian dalam penyelenggaraan IISAR 2026, menjadikannya salah satu forum SAR internasional terbesar yang digelar di Indonesia.
Selain pameran dan diskusi, penyelenggara juga menggelar IISAR Challenge Programs, yakni simulasi operasi penyelamatan dengan tingkat kesulitan tinggi yang dirancang menyerupai kondisi bencana nyata.
Simulasi tersebut bertujuan menguji kemampuan teknis, kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi antartim, hingga adaptabilitas personel dalam menghadapi berbagai skenario penyelamatan yang kompleks.
Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Personel
Partisipasi TNI AU dalam IISAR 2026 sekaligus mempertegas komitmen institusi untuk terus meningkatkan profesionalisme personel melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pengembangan teknologi, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, serta penguatan interoperabilitas dengan berbagai lembaga menjadi bagian penting dalam membangun sistem SAR yang semakin responsif terhadap berbagai ancaman bencana.
Melalui keikutsertaan dalam forum internasional tersebut, TNI AU juga berharap dapat memperluas kerja sama, menyerap inovasi terbaru di bidang pencarian dan penyelamatan, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi tantangan operasi kemanusiaan di masa mendatang.