JAKARTA – Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil, menjaga asa mereka untuk terus melangkah pada turnamen Macau Open 2025 setelah sukses meloloskan diri ke perempat final. Mereka berhasil mengatasi pasangan underdog asal Thailand, Phuwanat Horbanluekit dan Fungfa Korpthammakit, dalam pertandingan yang berlangsung di Macau East Asian Game Dome, Makau, Kamis (31/7/2025).
Tampil sebagai unggulan, Adnan dan Indah menunjukkan performa dominan, hanya membutuhkan waktu 23 menit untuk menundukkan lawannya dengan skor telak 21-10, 21-8. Meski lawan mereka berperingkat 68 dunia, Adnan dan Indah mampu mengontrol permainan dengan nyaman sejak awal.
Taktik Mantap, Lawan Tertekan
Adnan dan Indah memegang kendali permainan, dengan Indah berperan di depan dan Adnan mengawal di belakang, mengikuti strategi yang sudah teruji. Horbanluekit dan Korpthammakit tampak kesulitan, bahkan sering kali kocar-kacir akibat miskomunikasi yang terjadi di lapangan. Beberapa kesalahan sendiri serta pengembalian yang kurang baik dari pasangan Thailand semakin memudahkan langkah Adnan dan Indah. Mereka dengan cepat menutup gim pertama dengan skor yang cukup jauh.
Pada gim kedua, meskipun awalnya sempat terjadi ketat di angka 6-4, Adnan dan Indah segera membuka jarak yang tak mampu dikejar oleh lawannya. Pertandingan berakhir dengan sebuah smes Horbanluekit yang dibiarkan keluar oleh Indah, menandakan kemenangan cepat bagi ganda campuran Indonesia.
Peluang Lolos Lebih Jauh dan Tantangan Berat pada Babak Berikutnya
Keberhasilan ini membawa Adnan/Indah ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka pada Macau Open 2025. Sebagai unggulan, mereka akan menghadapi tantangan besar pada babak delapan besar. Potensi lawan berat akan hadir dalam bentuk pasangan unggulan pertama, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei dari Malaysia, yang berperingkat 25 dunia.
Namun, Adnan dan Indah sudah membuktikan bisa mengalahkan pasangan unggulan pertama sebelumnya, saat bertanding di Thailand Open 2025 (Super 500) dan Indonesia Open 2025 (Super 1000). Sayangnya, meski menang atas unggulan pertama, mereka hanya mampu melangkah hingga perempat final di kedua turnamen tersebut.
Turnamen BWF World Tour Super 300 ini menjadi kesempatan penting bagi Adnan dan Indah untuk membuktikan diri. Sebelumnya, mereka tidak ikut serta dalam Japan Open (Super 750) dan China Open (Super 1000) karena dianggap belum siap untuk level tersebut. Kali ini, kemenangan cepat atas Horbanluekit/Korpthammakit serta kemenangan mereka di babak pertama melawan pasangan senior Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, menunjukkan bahwa mereka siap untuk tantangan yang lebih besar.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, berharap Adnan dan Indah dapat terus meningkatkan kepercayaan diri mereka dan meraih juara di level Super 300, yang bisa menjadi langkah awal untuk melangkah lebih jauh di turnamen besar lainnya.
