ISTANBUL, TÜRKİYE – Singapura mengumumkan kesiapannya secara prinsip untuk mengakui kedaulatan Negara Palestina, sebuah langkah yang dianggap strategis untuk memajukan perdamaian di Timur Tengah melalui solusi dua negara.
Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi Sekretaris Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri Singapura, Kevin Cheok, dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Palestina di New York, Selasa (29/7/2025).
“Singapura telah secara konsisten mendukung hak rakyat Palestina atas tanah airnya berdasarkan solusi dua negara yang dirundingkan, konsisten dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB terkait,” ujar Cheok.
Ia menegaskan bahwa pengakuan terhadap Palestina merupakan satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik berkepanjangan secara komprehensif, adil, dan berkelanjutan.
Langkah ini mencerminkan komitmen Singapura untuk mendukung perdamaian di kawasan yang telah lama dilanda konflik. Cheok juga menyampaikan kesiapan Singapura untuk berperan aktif dalam rekonstruksi Jalur Gaza pasca-gencatan senjata permanen. Negara kota tersebut bahkan mempertimbangkan pengiriman tim medis untuk membantu warga Palestina yang terdampak agresi Israel.
“Kami menyerukan otoritas Israel agar segera mengakhiri semua pembatasan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat mendesak diperlukan,” kata Cheok, seraya menekankan pentingnya perundingan ulang antara Palestina dan Israel untuk mencapai solusi damai.
Pernyataan Singapura ini sejalan dengan gelombang dukungan internasional terhadap kedaulatan Palestina. Sebelumnya, negara-negara seperti Prancis, Inggris, dan Kanada juga menyatakan rencana serupa untuk mengakui Palestina di Sidang Majelis Umum PBB pada September 2025. Langkah ini diharapkan mempercepat terwujudnya solusi dua negara, di mana Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan dalam batas wilayah yang aman dan diakui secara internasional.
Menurut Cheok, pengakuan terhadap Palestina bukan hanya soal diplomasi, tetapi juga langkah nyata untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 60.000 orang sejak Oktober 2023 akibat agresi Israel. Singapura juga menegaskan pentingnya gencatan senjata segera dan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan untuk warga Gaza.
Dengan komitmen ini, Singapura menambah daftar negara yang mendukung kedaulatan Palestina, memperkuat momentum global untuk perdamaian abadi di Timur Tengah. Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa solusi dua negara tetap menjadi jalur utama untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.