Di balik perbukitan Sumba, tepatnya di Posyandu Pos 1 Desa Radamata, sebuah perubahan besar sedang terjadi melalui hal kecil: sepiring makanan. Setelah enam bulan berjalan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sukses membawa transformasi nyata bagi kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita di wilayah tersebut.
Kemenangan bagi Ibu Hamil Risiko Tinggi
Salah satu kisah paling menyentuh datang dari seorang ibu hamil berusia 15 tahun. Dengan usia yang sangat muda, postur tubuh pendek, dan kondisi Kekurangan Energi Kronik (KEK), tim medis sempat khawatir ia harus menjalani operasi sesar.
Namun, berkat konsumsi rutin MBG dan pendampingan bidan, keajaiban terjadi.
“Kami sempat takut ia harus operasi, tapi ternyata dia bisa lahir normal dengan berat bayi 2,5 kilogram. Perbaikan gizi benar-benar menyelamatkannya,” ungkap Noviana Lede, Kader Posyandu Desa Radamata.
Selain itu, dua ibu hamil lain yang sebelumnya didiagnosis KEK kini telah menunjukkan perbaikan kondisi yang signifikan hanya dalam waktu empat bulan.
ASI Lancar dan Balita yang Lebih Berenergi
Dampak positif MBG juga merambah ke ibu menyusui dan balita:
-
Produksi ASI: Dari 14 ibu menyusui, 13 di antaranya melaporkan produksi ASI yang jauh lebih lancar.
-
Pertumbuhan Balita: Berat badan balita terpantau naik secara konsisten. Bahkan, seorang balita dengan riwayat paru-paru basah kini kondisinya jauh lebih stabil dan jarang masuk rumah sakit.
-
Menu Beragam: Variasi menu yang mencakup protein, tempe, sayur, hingga buah menjadi kunci. Di rumah, mereka biasanya hanya makan dengan lauk seadanya seperti telur tanpa buah.
Posyandu Kembali Ramai
Menariknya, program ini juga mengubah perilaku sosial masyarakat. Jika dulu para ibu sering absen ke posyandu setelah anak lewat usia imunisasi 9 bulan, kini suasananya berbeda total.
“Sekarang rajin semua. Anak-anak jadi sangat aktif. Kalau lihat tempat makan (ompreng), mereka langsung semangat minta makan,” cerita Mama Noviana sambil tersenyum.
Misi Menekan Angka Stunting
Selain membagikan makanan, para kader dan bidan tetap menyisipkan edukasi mengenai manajemen stres, pola makan, hingga pencegahan baby blues. Fokus utama tetap satu: memutus rantai stunting di NTT.
Melihat dampak nyata ini, masyarakat Desa Radamata berharap program MBG dapat diperluas ke tiga posyandu lainnya. Keberlanjutan program ini diyakini menjadi senjata utama dalam memerangi gizi buruk dan memastikan generasi masa depan Sumba tumbuh lebih kuat dan cerdas.
“Harapan kami, semoga program ini terus menekan angka stunting di posyandu kami,” tutup Noviana.