JAKARTA — Persija Jakarta menunjukkan perkembangan menjanjikan selama menjalani pemusatan latihan di Thailand menjelang bergulirnya Super League 2026/27.
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menilai pola permainan anak asuhnya sudah mendekati level yang diharapkan setelah menuntaskan rangkaian laga uji coba di Thailand.
Penilaian itu muncul setelah Persija menaklukkan Chiangrai United dengan skor 2-1 di Alpine Training Football Camp, Bangkok, Sabtu.
“Performa tim sangat bagus. Timing operan pemain, tempo permainan, hampir seluruhnya memuaskan,” ucap STY, dikutip dari laman resmi Persija, Minggu.
Kemenangan atas Chiangrai United menjadi hasil positif kedua Persija selama berada di Thailand setelah sebelumnya menundukkan Police Tero dengan skor identik 2-1.
Dua kemenangan tersebut memperlihatkan perkembangan koordinasi permainan Persija yang terus dibangun selama agenda persiapan pramusim.
STY juga melihat hubungan antarpemain semakin solid sehingga koordinasi antar lini berjalan lebih natural ketika menghadapi tekanan lawan.
Dari sisi pertahanan, Persija dinilai mampu meredam berbagai tekanan sekaligus menjaga organisasi permainan tetap terstruktur sepanjang pertandingan.
Sementara itu, distribusi bola dari lini belakang menuju area serang berlangsung lebih efektif sehingga skema membangun serangan dapat berjalan sesuai rencana.
Menurut STY, para pemain mampu menerapkan berbagai materi latihan yang selama dua pekan terakhir menjadi fokus utama dalam pemusatan latihan.
Meski perkembangan permainan sudah memuaskan, tim pelatih masih memiliki pekerjaan rumah untuk menjaga kondisi fisik dan meningkatkan kualitas teknik sebelum kompetisi resmi dimulai.
Setelah meninggalkan Thailand, Persija dijadwalkan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan persiapan melalui pertandingan uji coba berikutnya.
Macan Kemayoran akan menghadapi klub Australia Brisbane Roar di Jakarta International Stadium, Jakarta Utara, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Pertandingan tersebut juga menjadi agenda penting karena Persija akan memperkenalkan skuad serta jersi terbaru hasil kolaborasi dengan Adidas.
STY menegaskan aspek kebugaran pemain menjadi perhatian utama agar seluruh anggota skuad mampu mempertahankan intensitas permainan hingga pertandingan berakhir.
“Saat ini, kondisi pemain sepertinya yang paling penting. Lalu, sepak bola yang ingin kami mainkan, timing operan. Kemudian, stamina dasar pemain untuk berlari 90 menit.”
“Lalu line-up, jarak antar lini, hal-hal seperti itu secara keseluruhan harus kami bentuk dan bawa sampai ke pertandingan Super League,” ucap STY.
Persija masih memiliki waktu untuk menyempurnakan detail permainan sebelum menghadapi tantangan kompetisi resmi musim 2026/27.
Laga perdana Super League 2026/27 akan mempertemukan Persija dengan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada 5 September 2026.***





