OTTAWA, KANADA – Kanada meluncurkan misi kemanusiaan dengan mengirimkan bantuan melalui udara ke Jalur Gaza, yang telah terkepung akibat serangan militer Israel selama hampir 22 bulan. Dalam pernyataan resmi pada Senin (4/8/2025), pemerintah Kanada menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya mendesak untuk membantu warga Palestina yang menghadapi krisis kemanusiaan.
Ottawa juga kembali menyoroti pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel di wilayah tersebut. Angkatan Bersenjata Kanada mengerahkan pesawat Hercules CC-130J untuk menyalurkan 21.600 pon bantuan kemanusiaan ke Gaza.
“(Angkatan Bersenjata Kanada) mengerahkan pesawat Hercules CC-130J untuk melakukan airdrop bantuan kemanusiaan penting mendukung Global Affairs Canada ke Jalur Gaza. Airdrop tersebut terdiri dari 21.600 pon bantuan,” ujar pemerintah Kanada dalam pernyataan yang dikutip Reuters.
Misi ini menandai pengiriman bantuan udara pertama yang dilakukan langsung oleh militer Kanada menggunakan pesawat mereka sendiri, seperti dilaporkan oleh Canadian Broadcasting Corporation.
Menurut laporan, Kanada menjadi salah satu dari enam negara yang mengirimkan bantuan melalui udara ke Gaza, bergabung dengan Yordania, Uni Emirat Arab, Mesir, Jerman, dan Belgia. Militer Israel mencatat bahwa sebanyak 120 paket bantuan pangan telah dijatuhkan untuk warga Gaza, meskipun situasi di lapangan tetap kritis akibat blokade dan konflik berkepanjangan.
Pernyataan keras Ottawa terhadap Israel mencerminkan keprihatinan global atas krisis kemanusiaan di Gaza. Kanada menuduh Israel melanggar hukum internasional, khususnya terkait pembatasan akses bantuan kemanusiaan dan dampak serangan militer terhadap warga sipil.
Langkah ini sejalan dengan seruan komunitas internasional agar Israel membuka jalur bantuan darat secara penuh untuk mencegah kelaparan massal di wilayah tersebut.
Misi airdrop ini merupakan bagian dari komitmen Kanada untuk mendukung rakyat Palestina di tengah eskalasi konflik. Namun, para ahli kemanusiaan menegaskan bahwa pengiriman bantuan melalui udara hanya solusi sementara dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan 2,4 juta penduduk Gaza.
Tekanan terus meningkat agar Israel mencabut blokade dan memastikan distribusi bantuan yang aman dan efektif.
Dengan langkah ini, Kanada menunjukkan sikap tegas dalam mendukung kemanusiaan sambil mengkritik pelanggaran hukum internasional.
Dunia kini menanti respons lebih lanjut dari komunitas global untuk mengatasi krisis yang terus memburuk di Gaza.