BENGALURU/NEW DELHI – Platform media sosial X milik Elon Musk menggugat pemerintah India atas kebijakan sensor konten yang dinilai melanggar kebebasan berekspresi. Gugatan ini diajukan ke Pengadilan Tinggi Karnataka pada Maret lalu, menyusul peningkatan pesat perintah penghapusan konten oleh aparat sejak 2023.
Salah satu kasus yang mencuat berasal dari unggahan lama di X yang menyebut seorang politisi senior partai berkuasa sebagai “tidak berguna”. Polisi di Satara, Maharashtra, menyatakan dalam surat rahasia kepada X bahwa “unggahan dan konten ini berpotensi menimbulkan ketegangan komunal yang serius.”
Sejak 2023, Kementerian TI India memperluas kewenangan penghapusan konten ke seluruh lembaga pemerintah dan kepolisian, memungkinkan mereka mengajukan perintah langsung melalui situs Sahyog yang diluncurkan Oktober 2024. X menolak bergabung dan menyebut Sahyog sebagai “portal sensor”.
Dalam dokumen pengadilan tertanggal 24 Juni, X menyatakan bahwa sejumlah perintah pemblokiran “menargetkan konten yang bersifat satir atau kritik terhadap pemerintah, dan menunjukkan pola penyalahgunaan wewenang untuk menekan kebebasan berbicara.”
Pemerintah India membela kebijakan tersebut dengan alasan menjaga ketertiban dan menangkal konten ilegal. Dalam laporan 92 halaman yang disusun oleh Pusat Koordinasi Kejahatan Siber, X dituduh menjadi sarana penyebaran kebencian dan hoaks yang mengancam harmoni sosial.
Beberapa perintah penghapusan bahkan menyasar berita tentang tragedi publik. Kementerian Perkeretaapian, misalnya, meminta penghapusan laporan media tentang insiden desak-desakan di stasiun New Delhi yang menewaskan 18 orang. Kartun satir pun ikut jadi sasaran, termasuk ilustrasi dinosaurus merah bertuliskan “inflasi” yang menggambarkan Perdana Menteri Narendra Modi dan kepala negara bagian Tamil Nadu kesulitan mengendalikan harga.
Deputi Komisaris Polisi Kejahatan Siber Chennai, B. Geetha, menyayangkan sikap X yang jarang menindak permintaan penghapusan. “X tidak sepenuhnya memahami sensitivitas budaya,” ujarnya. “Apa yang bisa diterima di negara lain bisa dianggap tabu di India.”
Meski gugatan hukum berlangsung, hubungan pribadi antara Musk dan Modi tetap hangat. Musk sebelumnya menyebut India sebagai negara dengan “potensi terbesar di dunia” dan mengaku didorong Modi untuk berinvestasi di sana.
